Deepdrown' daily Plurks

Tuesday, April 29, 2003

Jeng "INUL" yang disayang yang ketendang, akibat orang meradang salah kandang ...

Lagi-lagi beberapa hari ini semua media dan bahan percakapan orang gak dimana mo dimana fokusnya "INOEL" semuah, he he he hebat banget memang artis idaman "RAKYAT" fenomenal yang satu ini... Kepolosan dan Kerja kerasnya mencari Nafkah memang bukan dibuat-buat. Terlepas dari segala hujatan sekelompok ulama maupun organisasi keahgamaan tentang model tarian dan goyangan "seronok" a la Inul ini.. hmmm banyak sekali pelajaran "positif" yg bisa diambil terutama pada masalah KEULETAN, KREATIFITAS, juga KEPERCAYAAN DIRI... Perkara selebihnya hmmm kayanya prendz banyak tahu lah :)~

Fenomena yang lebih menarik untuk dipelajari lagi malah terkait masalah hukum yang berlaku, validitas fatwa/hujatan ulama, bahkan aksi boikot yg sedang disosialisasikan oleh organisasi penyanyi dangdut thd fenomena Inoel ini, bahkan terakhir ini bbrp tokoh politik pun mulae angkat bicara... Keributan seperti ini sebenernya memang kaya "hiburan", "wacana" bahkan hujan "rejeki" prendz.. Dan ini kalo mo ditilik lebih akurat malah suatu fenomena yg mendekati wajar. Coba aja perhatikan kondisi makro ekosospol kita saat ini, semua yg terkait aspek pemerintahan, ekonomi dan opini publik mule tersedot dan bersiap2 menghadapi PEMILU 2004. Dan menyimak sebahagian besar masyarakat kita ini mudah terhenyak dan terawang dalam euphoria politik, maka rasanya secara nalar bukan tindakan "bodoh" para tokoh-tokoh politik mulai mencari celah dan turun gunung bergelut dalam "OBYEK" yang mampu menarik hati alias JA'IM sejak dini kepada masyarakat luas...

Kalo mo meneliti kembali tentang topik hujatan bahwa, goyang INOEL itu disinyalir "merusak" pikiran, atau tuduhan mensosialisasikan pornografi secara massa.... Sebetulnya yaaa Bole-bole ajah, demikian pula SAMA SAHnya buat pihak2 lain yg berpendapat Pertunjukkan INOEL suatu seni kreatif yang mampu menghibur atau justru lahan yang menguntungkan bisnis MEDIA MASSA... Yang perlu kite pahami justru perbedaan KONTEKSTUAL-nya. Yang menghujat umumnya menilai dalam kontekstual KEAGAMAAN/MORAL... sedangkan yg PRO biasanya lebih pada konteks BISNIS/SENI. Loh kok jadi BENER SEMUANYA ???

Ha ha ha iya dong, NALAR LOGISnya selama Negara memegang UU/HUKUM yang SAH tidak melihat pelanggaran pada INOEL, maka MA/PERADILAN formal pun nggak bisa memboikot rejeki INOEL, bahkan HARAM menjelek-jelekkan reputasinya atas dasar opini sebagian orang atau kelompok tertentu. Organisasi/individu apapun diluar jalur HUKUM yang berlaku hanya berhak menghimbau atau protes kepada ybs. dalam format PERSUASIF dan KEKELUARGAAN. Kejadian yang ada sekarang telah muncul hujatan2 yang tidak pada tempat & tidak pada komunitas yang tepat, bahkan caci-maki dan fatwa haram dari seorang tokoh apapun kepada orang lain tanpa kontekstual HUKUM FORMAL, apalagi sengaja disebar lewat MEDIA MASSA bisa dituntut secara hukum dengan alasan "PENCEMARAN NAMA BAIK" bukan? Yg menghujat malah rentan terkena fitnah "RIYA'A (pamer)" & "SYIRIK", kagada yg bagus kan jadinya ?

Mangkenye dari sisi NALAR MORALITAS, segala hal yg tujuannya baik, memang patut diupayakan dengan cara-cara yg baik pula, kalao memang tidak berharap jadi boomerang bagi diri sendiri (anak band donk?!) Jadi jika Pihak2 tertentu YAKIN memandang bdsk analisa psikologis kemasyarakatan yang ilmiah juga moral keagamaan, nyata-nyata fenomena INOEL merugikan KUALITAS MASYARAKAT, maka yang perlu dihujat dan diupayakan dengan keras adalah REFORMASI HUKUM itu sendiri agar mampu menanggulangi dampak KEBEBASAN MEDIA MENGEKSPLOITASI PERTUNJUKKAN ataupun INFORMASI apapun yg BERPOTENSI "MERUSAK" moral/spritual/intelektual masyarakat luas. Dengan sendirinya SUBYEK PELAKU pertunjukan pun akan merasakan aturan-aturan/batasan2 dari HUKUM FORMAL Baru yang berlaku,... lebih FAIR & EDUKATIF kan? Yahhh ini cuman sharing Wacana sih, tujuannya biar kite lebih "sehat" aja memahami konflik :)
Teknologi SMS, bakal meREPOTkan ataukah jadi cikal bakal Budaya baru ???

Gile yeee teknologi selular kayanya makin canggih aje, bebarengan canggihnye fitur komunikasi, perlengkapan multimedia, en' games kaya gini, nyata2 bekelin "pelor" baru buat tim marketing masing2 merk HaPe, jadi makin kreatip bin agresip mempengaruhi kite biar makin sering gonta-ganti HaPe demi gengsi/selera yak kekekek... Jadi dah atribut "baru" level personality tiap orang pada kelas/ciri/selera HaPe nyang ditenteng tiap hari hehehe... Ini emang keberhasilan industri besar merubah mind-set sekelompok masyarakat, dimane HaPe yg tadinya cuman buat komunikasi eh eh eh jadi simbol kelas dalam masyarakat, khususnya masyarakat megapolitan sehhh :)

Apa cuman itu? Kagaaaalaah, ada suatu fenomena sosial menarik yg muncul akibat fitur kemudahan komunikasi ntu... iyak SMS ! Karena biaya voice seluler itu emang lebih mahal dari telepon biase, SMS jadi amat menarik dan banyak digunakan orang demi bertuker informasi gaya to the point alias tanpa basa basi... Soale variabel biaya jelas, kontrol pulsa gampang, makna informasi juga "saklek".

Pada segment remaja diseluruh dunia terjadi reformasi gaya bahasa yg kreatif dg istilah singkatan2 baru... Ciri bahasa tanpa huruf vokal, kebanyakan huruf konsonan, tapi jelas buat komunitasnya sendiri :) Disini terjadilah pro kontra di kalangan dunia pendidikan tentang "rusak"nya kaidah tata bahasa. Padahal gaya singkat2 begini kan udha sering muncul juga pada gaya bahasa iklan baris dikoran2 kan? liat tuh iklan mobil/motor poskota... dan cenderung semuanya u/ menghemat banyak ruang demi mengirit biaya. Jaman sekarang rasanya semua "dipaksa" efisien, karena faktor ekonomi yg susah kompromi. Lagipula sisi positifnya para remaja ini cenderung menjadi belajar mengungkapkan pikiran lebih runtut & jelas, dan budaya basa basi bin bertele-tele warisan generasi yg lebih tua bakal cepet abis nehhh :) Inilah dia Bahasa Budaya Baru era SMS hehehe...

Fenomena lain juga muncul menghebohkan terkait konflik informasi via SMS versus komunikasi konservatif. Iyaaa kebiasaan menggunakan SMS untuk kepentingan pribadi misalnya, ketika kite harus mengirimkan pesan-pesan intim buat orang yg terdekat, maka bayangkan jika salah pencet dan kekirim ke nomor Hape orang laen yg kaga disangka??? SMS buat gebetan eh kekirim ke pacar sendiri, SMS buat bini eh kekirim ke temen kantor, atao SMS buat selingkuhan blasss larinya ke bini sendiri.. BERABE bukan? Jangan dianggap enteng, bdsk survey Boltblue di Inggris sono bilang 1 dari 3 orang dari 700 responden pernah salah kirim SMS, dan rata2 berakibat sangat memalukan, bahkan ada yg mempercepat perceraian krn ketangkep basah via SMS, kesyaaan banget coi...

Masalah rusaknya rumah tangga, malah ada kisah kisruh sosial menarik dari new delhi tuh... Salah satu LSM disono didukung KomNas HAM India gencar meneriakkan slogan anti SMS, krn interaksi & makna bahasa SMS yg sering vulgar dianggap tidak sesuai dengan budaya Nasional India, dan SMS dituding sbg media yg mempermudah perselingkuhan, juga merusak kesakralan rumah tangga, akibatnya sampe demo bakar ribuan HaPe segal sbg protes... Nah lhooow kenape juga kaga dijual bekas kesini!!!

Lucu banget sebetulnya kejadian India itu, ini masyarakatnya .. hmmm rasa2nya kena jadi dikadalin salah satu anggota LSM atau KomNas HAMnya yg kecewa, karena MUNGKIN banget selingkuhan dan keluarganya bubar gara2 ketauan dari bukti leleg SMSnya yaaa hahhahaha, ribet bin putus asa, nah tu HaPe sama SMS jadi kambing item dah jadinya... Jadi begitulah memang, SMS/HaPe itu memang teknologi yg awalnya diciptakan manusia demi tujuan kemudahan telekomunikasi... Lalu Jika manusia memanfaatkan teknologi yang ada dengan NIAT yg cenderung "NEGATIF" tentu memang hanya TUHAN, dirinya yang tauk... Justru barangkali dengan adanya teknologi malah memungkinkan adanya BUKTI-BUKTI autentik dengan jelas... Gue pikir malah karena "POTENSI" kaya gini mangkenye provokator demo anti SMS di India itu jadi Sebelll.. Jijay... plus Dendem kesumpet banget deh aww sama nyang namanya HaPe ichhh ... ;p~

Monday, April 28, 2003

Manusia, Makhluk Paling Mulia sekaligus Paling Repppooot...


Kalo pas gue ngelamunin betapa hebat dan ngaconya dampak sejarah yg dilakuin manusia didunia ini... Hmm gue jadi mikir apakah ini dampak dari kodrat manusia yg katanya makhluk paling mulia dan berkehendak di jagad ini??? Lalu apa seh “hebat”-nya dengan status manusia sebagai makhluk paling “mulia” dan jadi Imam makhluk lain di Bumi ini? Ternyata kalo sadar konsekuensinya, selayaknya manusia akan sulit menjadi takabur/pamer-jasa/pamer-kekuatan prendz... Kan' sebage Imam, harunsnya manusia ini berjiwa sosial tinggi kepada manusia sendiri bahkan kepada alam sekitarnya. Karena hanya dengan iktiar realisasi jiwa sosial yg universal dan ikhlas, barulah manusia bisa “belajar” dengan cara yang makin “benar” biar memperoleh “hikmah” yang hakiki dari berbagai proses interaksi manusia maupun manusia dg alam...


Sebage manusia yg paling mulia, bahkan katanya pemimpin di muka Bumi, tentu yang namanya BELAJAR bukanlah MENJIPLAK ajah, tapi upaya lebih baik merepresentasikan kebaikan & keburukan apapun dari hadapannya menjadi Hal yang berguna bagi dirinya sendiri dan makhluk lainnya... disinilah tantangan sekaligus makna mengapa jiwa dan naluri/pikiran masing2 manusia diciptakan begitu unik dan majemuk , dan tidak seperti lebah atau semut misalnya yg tercipta dalam program yg serupa sejak munculnya...


Tentu aja Tantangan maupun Kenikmatan manusia tidak akan sempurna jika Tuhan tidak menyertai faktor Tingkatan Hawa nafsu juga Emosional, disini KEBEBASAN makhluk manusia JAUH lebih besar daripada makhluk lainnya. Lalu Apa sih Tujuannya ??? Apa lagi kalau Bukan Tuhan ingin menguji sampai sejauh mana kesabaran ikhtiar masing-masing manusia mampu menjadi IMAM bagi dirinya dan Alam sekitarnya (manusia lain, hewani, nabati, alami)... Barangkali begitulah, mengapa seringkali terdengar pepatah sekaligus keluhan,”HIDUP ini hanyalah UJIAN bagi yang SABAR”


Demikianlah manusia mungkin sekali perlu banyak belajar SABAR & IKHLAS dari interaksi burung-burung, cacing yg tanpa indera, masyarakat lebah madu, semut-semut dan makhluk2 lainnya. Mereka ini dengan naluri yg mendalam telah menciptakan mata rantai makanan & kehidupan yg mendukung kelestarian alam... dus kemakmuran manusia sendiri. Jadi amatlah menyedihkan, jika akhir-akhir ini begitu banyak kejadian ulah manusia yang begitu lupa pada begitu banyak kelebihannya sendiri, hanya karena mereka sedang diuji masalah dilema seperti: susah makan, susah karir, hamil mendadak, banyak utang, gengsi dll... sehingga harus menganiaya diri orang lain, bahkan ada yg membunuh atau menyakiti anak/suami/istri/orang-tua/dirinya sendiri... Astagfirullah.


Fenomena yg populer hingga saat ini, Manusia yg amat bernafsu memanjakan kemakmurannya sendiri hingga merusak alam yg memberikan naungan hidup selama ini. Upaya-upaya Industrialisasi demi penumpukan modal semata, Eksploitasi alam besar-besaran tanpa mengindahkan renovasi, Perang disana sini dengan berbagai kerusakan fisik maupun kimiawi, Popularitas gaya hidup yang cenderung mengakibatkan eksploitasi seks bebas bayar ataupun dengan bayaran... semuanya telah mengakibatkan rusaknya Keseimbangan Alam.


Unsur-unsur maupun relasi fungsional murni alam yg punah akan berdampak pada munculnya mutasi alam sebagai upaya bertahan hidup unsur alam yang lain.
Tidaklah mengherankan abad ini mulai muncul berbagai virus penyakit & racun unsur kimiawi yg tebaru, sehingga bayi-bayi yang mengalami cacat genetika, Kekurangan sandang-pangan berdampak krisis ekonomi/kesehatan dll.. semuanya barulah dampak awal,... Akhirnya apa ? Wallahu’Alam... yang jelas Kiamat multi dimensi jelas didepan mata... Jadi ayooo marilah kita belajar dan bertindak lebih giat lagi, KLISE emang.. tapi lebih baek "care" kan' sebelum terlambat ???

Sunday, April 27, 2003

Negara Kepulauan yang cuman berani bertahan di DARAT ???


Duh kayanya ngeledek banget yak judul diatas... Barangkali kalo ada yg coba-coba bertanya alasan apa yg bikin gue nyeleneh seperti itu, dasarnya juga dari akumulasi pengetahuan, desas desus atau bacaan yang gue terima selama ini .. yg jelas kaitannya dengan masalah metode pertahanan kedalam & keluar militer yg kite banggain selama ini (dalam sejarah )... Pasti ada yg nantangin, apa sih tanda-tanda yang bikin gue curiga bahwa Angkatan militer kite beraninya di darat ???


  1. Sejak kecil SD, SMP, SMU, yang gue capture dalam detil sejarah perjuangan bangsa Indonesia adalah gembar gembor perjuangan Bangsa ini menghadapi penjajah yang ada di darat. Jikalau pun ada cenderung cerita mitos tentang kehebatan Hang Tuah, dan Peperangan laut arafuru Angkatan Laut RI melawan Belanda berakibat gugurnya Laksamana Muda Yos Sudarso...
  2. Jikalaupun ada sejarah kebesaran kekuatan laut Kerajaan Makassar atau Kekuatan pemersatu Majapahit hingga ke Madagaskar, gak ada satupun buku sejarah yang mau bercerita secara detil tentang penyusunan atau proses kekuatan laut itu bisa berjaya di Nusantara? Kenapa?
  3. Kebetulan sebagai putra seorang anggota Angkatan Laut, gue sejak kecil gemar membanding2kan atribut militer antar angkatan, dan lambat laun suka juga mengamati publikasi berbagai media tentang kiprah berbagai angkatan tersebut di televisi atau koran-koran... Sayang sekali yg paling banter dipamerin memang cuman Angkatan Darat dan Kepolisian. Sadar atau nggak gue jadi mikir apa peran angkatan Laut dan Angkatan Udara di negeri ini? apa hanya jaga-jaga laut yg tidak begitu penting? Kalo memang penting kenapa begitu sedikit pemberitaan tentang perkembangan keduanya? kecuali jika ada pembelian kapal2 perang laut atau pesawat2 tempur baru.. itu pun sekilas aja...
  4. Beberapa pengenalan masalah politik pun tiba, menyebarkan isu2 bahwa dulu pada masa ORLA Angkatan Laut & Angkatan Udara menjadi kebanggan dan perhatian khusus pemerintah Soekarno, Sehingga nggak Salah presiden Soekarno kerapkali mengenakan seragam kebesaran Angkatan laut dalam melakukan dinas Lapangan sehari-hari... Orang tua gue pun sekali dua menyeplos bahwa kehidupan mereka pada waktu soekarno jauh lebih baik, walaupun pemahamannya dalam segi jatah beras yg belimpah dan bahan SEMBAKI lainnya yg mudah diperoleh seorang staff Angkatan Laut dibandingkan masa ORBA...
  5. Ketika ORBA berkuasa, dan kekuatan politik Angakatan Darat dianggap berjasa mencegah kup oleh PKI dan oknum2 ABRI... tiba2 saja semua kekuatan politk, pusat kemakmuran, dan kebijakan-kebijakan pemerintahan & doktrin-doktrin pertahanan semua bersumber pada kekuasaan di Angkatan Darat ... Benarkah begitu? sampai sejauh itupun gue yang muda cuman giat bertanya-tanya dan mencocokan sendiri...

Thursday, April 24, 2003

Pasukan"NgeBorr" didamprat abiss Gank Wak Aji... SIAPA YANG SALAH ???

Cerita ini rasanya cukup basi, tapi gwe pikir bukan soal momennya yg bikin gwe tertarik, tapi materi "dampratan" yg gue liat dan denger sendiri baru2 ini di tv... Apalagi kalo bukan kepanjangan cerita larangan MUI terhadap gaya pertunjukkan Pasukan "NgeBorr" yg dipimpin artis baru yg fenomenal Inul Daratista dan pesaing potensialnyaa Anissa Bahar. Apalagi wak aji yang paling terakhir ini adalah sekaligus artis dangdut legendaris kondang juga politikus yg lumayan: H Rhoma Irama jek!... Jadi gak heranlah abis begitu, semua acara maupun media cetak seputar "gossip selebritis" memberitakan topik dampratan kerasnya kemana-mana...

Sudah sekitar 3 bulan ini masyarakat memang baru aja diperkenalkan artis dangdut dengan goyang ngeborrr yg fenomenal bin sensual itu... Namanya Siti Ainul Daratista dan sekarang bekennya Inul Daratista aja... Lalu apa sih Goyang Ngeborr yg bikin heboh itu? Hmm... sebenernya tipikal sensual goyang pinggul dan pantat (maab)... nggak jauh beda dengan tarian Hawaiian atau Hoola hoop yg pernah kita lihat... Cuman intensitas dan sensasinya lebih kuat karena ada "ambisi" juga kebetulan model (maaf) "bokong" Inul yang mendukung. Atau prendz... hmm gwe sejak kecil udah kagum dan heran dg jogetnya Michael jackson yang ergh terlalu sering merogoh (maaf) "selangkangannya" sebagai ciri khas tariannya... Sekarang di dangdut tarian "selangkangan" a la Jackson ternyata muncul lagi dari si penyanyi rock-dangdoet muda "Mbah Dukun" yg sempet ngetob lebih dulu dari si Inul... Dan seperti kecenderungan umum bisnis, maka fenomena "latahan" bakal jadi dasar ambisi baru untuk ngikut2 dengan numpang suasana ... Maka muncul deh, pengikut atao pesaing baru Inul... dintaranya yg paling heboh ya Anissa Bahar dengan goyang khasnya "Ngeborrr Patah-patah" huaahahha... :))

Jadi sebetulnya apa sih yg diributkan para Ulama? Nah gue jembrengin bbrp alasan utama para Ulama yg dirasa mereka cukup berkaitan untuk "mengutuk"...

  1. Goyang ngeborr a la Inul dirasa terlalu erotis dan mengundang birahi penonton
  2. Pada bbrp kasus ternyata pertunjukan yg mengandung berahi ini ditonton bebas segala umur
  3. Dianggap memberi contoh yg tidak baik dalam upaya sukses mencari nafkah dengan cara apa saja

Jadilah berdasarkan alasan diatas, Inul mendapat boikot pertama kali dari daerah-daerah yg mayoritas Muhammadiyyah, tentu setelah sekretariat organisasi masyararakat Islam Muhammadiyyah mengeluarkan fatwa larangan pertunjukkan semacam Inul punya. MUI bahkan sempat mengeluarkan fatwa "haram", A'A Gym pun dengan gayanya sendiri pernah menasehati Inul secara lansung by voice dalam acara TV seputar gosip selebritis. Sedangkan Organisasi NU rasanya jauh lebih moderat kalo gak bisa dibilang rada nyeleneh dgn membalas komentar yg cenderung bercanda2 atau meremehkan alasan2 diatas... Gue pikir secara politis NU emang jago banget mengambil hati masyarakat "awam" (kampanye tersembunyi PKB) mendukung fenomena Inul sebagai salah satu Rakhmat Illahi, bahkan berniat menjadikan Inul sbg Simbol PKB.. hhehhehe :)~

Lalu apa kata & respon Inul sendiri ? Ha ha ha Jawabannya jauh melankolik tuh, soalnye memang buat seorang Inul... dimana riwayatnya memang penuh ambisi ingin jadi artis terkenal, dan kebetulan memang jauh lebih banyak "sial"nya, maka jelas kesuksesannya seperti saat ini dianggap dirinya sebagai buah kegigihan kerja yg pantang menyerah. Prendz, gue liat sendiri suatu VCD rekaman pertunjukan Inul di sekitar jawa timur sejak 6 bulan sebelum Inul ini ngetob spt sekarang. Dulupun gue heran VCD bajakan temen itu isinya semua pertunjukan Inul dan pasukan "ngeborr"nya di pesta-pesta hajatan masyarakat kelas menengah ke bawah.... Gue pikir apa yg istimewa? Oh oh oh itu tuh model goyangnya aneh kalo gak dibilang lucu... dan sambil terkekeh gue berdesis berulang-ulang,"Huehiihihi Kamfungan amat sih, tapi itu goyang putar dada yg singkron dg pinggul lalu pantat lucu juga..." Belakangan ketauan juga namanya goyang itu adalah "NGEBORRR" prend! Dalam beberapa acara TV, Inul malah cerita awalnya dia adalah penyanyi rock di bbrp niteclub, lalu ketika ingin merubah nasib ke dunia rekaman, apadaya semuanya terlalu sering menolak... Ketika terpaksa dia memperluas rejekinya ke pesta kampung-kampung terjadilah dia belajar nyanyi dangdut yg berkadar rock... tentu ketika belajar dangdut dia pun cermat memahami bahwa dangdut punya goyangan tersendiri, lalu akhirnya untuk acaranya sendiri dangdut yg dia nyanyikan ternyata dibawakan dg goyang dangdut yg terlalu bersemangat... Dan "kekeliruan" inilah yg membuat dia malah ngetob di pesta2 kampung, sebelum akhirnya sempet diorder ke Amsterdam dan Tokyo... Perjuangan panjang bukan???

Perjuangan hidup yg melelahkan seperti itu ketika SUKSES tentu akan menjadi pigura yang sangat manis untuk dipajang... dan kesan inilah yg terjadi ketika Inul makin sering diorder menyanyi dangdut berbagai media TV yg tertarik dengan sesnsualitas kampung tapi mampu menarik banyak penonton, bahkan yg suka ataupun yg tidak... Karena inilah Sang Rhoma Irama yg kebetulan jadi Ketua organisasi penyanyi/musik dangdut Indonesia jadi BERANG, karena keteguhan Inul dengan prinsipnya dianggap suatu tantangan dan kesombongan thd keberatan-keberatan bdsk alasan-alasan moral keagamaan. Buntutnya Sang Rhoma sempet keluar kata HARAM buat Inul dan pengikutnya menyanyikan lagu2 ciptaannya... Duhhh sekarang gwe jadi bingung ... yang lebih SOMBONG sepertinya siapa ya ???

Adakah yang Salah dari sisi Ulama atau dari sisi Inul ??? Dalam fenomena ini gwe pikir keduanya ternyata sama-sama banyak salah persepsi, juga sama-sama cenderung kena penyakit pengen PAMER (Riya'a). Ulama Kondang Zainuddin MZ punya komentar yang menarik, dia awalnya nggak peduli dengan fenomena sukses macam Inul dkk, karena sah-sah aja orang bisa sukses apa saja setelah menjalani liku-liku panjang dan melelahkan... Tetapi melihat dampak sosial belakangan, ternyata fenomena Inul bisa fatal, karena dia layaknya asik bermain kembang Api disuatu rumah, yang mana tanpa sadar bahwa rumah itu banyak sekale kaleng minyak tanah, dan jika percikan kembang api itu meledakkan galon-galon minyak tanah tsb maka celakalah orang seluruh rumah...
Dan dari analogi yang menarik seperti itu, gwe jadi menangkap adanya satu PIHAK yang menurut gue paling bersalah... APPPAAAAN TUUUU ??? Sebagaimana artikel yg ditulis oleh pakar media dari FISIP UI Ade Armando, bahwa MEDIA TV kita seharusnya mampu memperhitungkan idealisme moral atau etika bahkan edukasi dalam memberikan tayangan acara apapun yg berpotensi menyedot banyak minat masyarakat. Hanya saja akhirnya jadi begitu NAIF ketika secara implisit diketahui, bahwa MEDIA TV cenderung atau TERPAKSA berideologi "UANG" demi mempertahankan hidup perusahaan & kesejahteraan pegawainya... Dan tuntutan kesalahan atas kerakusan MEDIA TV ini memang mudah banget ditampik mereka dengan alasan, TINGKAT INTELEKTUAL MASYARAKAT belum sepadan untuk hidup sekadar idealisme ... he he he yang menang selalu BUAH-SIMALAKAMA :))

Tuesday, April 22, 2003

Terobosan Berani Megawati menembus Embargo Senjata Amerika

Prendz... pagi tadi (22/4) sebelon berangkat kantor, terus terang gue agak kaget baca berita yg hmmm kaga terlalu menyolok sih sebenernya... ada nya juga di bagian tengah koran yg gue baca. Tapi Isinya cukup mengagetkan kalo gak bisa dibilang lumayan mengagumkan... Beberapa point yg membuat gue kaget barangkali bisa gue jembrengin disini:

  1. Karena tuduhan sepihak / pre-judgement Amerika terhadap berbagai pelanggaran HAM didalam negeri, ternyata Pemerintah udah ngejalanin hukuman embargo senjata ( karabin, kendaraan perang, pesawat, kapal perang ) dan suku cadangnya hampir 10 taon oleh Amerika
    Buset daj kemane aje gue kok baru tau?
  2. Usia persenjataan ABRI ternyata umurnya rata-rata 20 tahun ...
    Astaga, untuk negara besar kepulauan prihatin sekali ?
  3. Megawati dan MenkoPolkam telah mengambil terobosan embargi yg tidak kunjung usai untuk segera membeli berbagai senjata terbaru dari Republik Rusia, ini termasuk senjata kalashnikov, juga berbagai jenis pesawat tempur dan angkut berta dan strategis seperti versi SUKHOI, ANTONOV dan TUPOLEV. Ini rasanya baru pesanan awal...
  4. Ternyata selama ini pemerintah begitu TAKUT untuk mencari alternatif senjata dari negara lain, atau berhasil didikte Amerika untuk tidak memperkuat persenjataan yang ada bahkan yg rusak menjadi sulit tergantikan, padahal begitu banyak masalah keamanan dalam negeri yg mengintai...
    hiks pengecut banget sih... apa ini gara2 ngarepin utang IMF juga?

Bagaimanapun dalam surat kabar itu tampak jelas statement yg tegas dan jelas dari presiden Megawati dan MenkoPOLKAM perihal upaya peremajaan persenjataan ABRI ini. Bahkan Pihak Pemerintah Rusia begitu antusias mengawali kerja sama perdagangan senjata resmi antar negara ini. Sisi lain yg bisa jadi potensi positif , adalah Rusia yg mana bekas negara Adidaya pun walau sekarang "MISKIN" dan ikut jadi budak IMF, tak dapat ditepis kenyataan telah memiliki teknologi roket dan luar angkasa warisan era Uni Sovyet dulu. Dan munculllah kembali harapan eksplorasi luar angkasa bersama NASA yg batal dulu.. Yang berpotensi adalah kemungkinan besar biaya pembelian dan kerja sama teknologi yang jauh lebih murah daripada dengan Amerika.

Secara Historis hubungan ini mengingatkan kembali keberanian Presiden Soekarno meletakkan kerja sama persenjataan / ideologis dengan RRC dan Uni sovyet dulu (era ORLA)... Gue rasa sejarah ini seharusnya teteb jadi fenomena yg peka dan menggatalkan hati buat Pemerintah Amerika... Dan gue pun bertanya-tanya juga ada apa dengan Megawati dan ABRI yang kayanya "NEKAD" ini ? Apakah terkait dengan operasi penertiban GAM di Aceh yg dirasa makin panas aja? Atau ada yg belum diketahui masyarakat tentang ancaman dari luar selain pihak intelijen dan pemerintah aja ? Gue sendiri belon liat sebab musaba yg spesifik, yg jelas intuisi gue bilang Pemerintah kok begitu berani, apakah muncul kekecewaan yg begitu berat thd Amerika dengan embargo sok kuasanya??? Arrrgh gue ngerasa ada yg "aneh" dari pernyataan tegas mereka untuk berani beli senjata2 buatan RUSIA itu tuh... apaa yah? Mudah-mudahan smua ini terjadi demi berjaga2 atas kedaulatan bangsa/negara semata, dan bukan untuk menindas kritisnya anak negeri yg giat belajar demokrasi.. *hiks*

Sayang malam ini gwe gak sempet dengerin atau baca berita dari mana2,iya sibuk kutak katik website blogger gwe biar bisa di search tuh.. Alhamdulillah bizaaaaaa... elo emang hebat Noi wuekekekkeke... hmm tapi gue kaga bisa girang kelamaan lagi kalo inget senjata-senajta rusia ntu... Berdoa aja kawan2 moga2 kagada lagi yg lebih buruk dari krisis ekonomi.. amin amin amin :)

Monday, April 21, 2003

Gejala TranSeksual, Kelainan Jiwa atau Kesalahan keluarga ?

Dalam suatu acara TV pagi, gwe pengen tauk siapa sih bintang tamu diskusi pagi ini apa ? Yah barangkali ada bahan menarik yg bisa dicurhatin disini yaaa... yang jelas gue terpaku pada wanita cantik etnik chinese yg dengan anggun menanti pertanyaan-pertanyaan. Gue pikir bole juga nih, dokter psikologi emang dari dulu cenderung cantik-cantik booow hehehe... Menyimak judul topik hari itu adalah "Jiwa Wanita dalam Tubuh Pria" asumsi gue adalah bakal diskusi soal kadar feminin dalam Pria yg memang berdampak pada sikap kebanyakan pria.. Soalnya yg gue udah lama denger ttg kewajaran fenomena sikap pria yg cukup kuat unsur feminisnya, sehingga suka dan ahli pekerjaan wanita seperti koki masak, salon dan perancang baju, selain itu cenderung pria seperti ini cenderung sensitif... DAN belum ada sama sekali dugaan gwe akan membahas yang lebih dari itu...

TAPI begitu si moderator memperkenalkan seorang berperawakan ibu2 yg diperkenalkan sebagai seorang psikiater, mulelah gue bertanya2 nah si cewek anggun ntu sape??? *blaik* ternyata si Wanita adalah seorang WARIA yg berprofesi sebagai perancang pakaian pengantin yang cukup terkenal... BARUlah gue sadar bener apa maxud judul topik diskusi itu... MEMANG agak XTRIM membahas seorang pelaku TRANSEKSUAL. Kebetulan WARIA yang satu ini keliatannya cukup bermodal untuk mengupayakan penampilan yg maksimal agar berhasil tampil selayaknya keanggunan wanita sejati... heheheh hebat...

Lika liku pembahasan memang tersirat seperti ngobrol-ngobrol dan tanpa terkesan pelecehan parodi apapun, yang membantu acara ini bernilai adalah keberanian dan ketabahan sang WARIA menceritakan asal-muasal perilaku transeksual dan peran/sikap keluarganya. Si moderator wanita (Becky) ini memang menunjukkan kekaguman atas kecantikannya, Sedang moderator pria (ferdi) lebih tertarik pada riwayat dan sikap keluarga ybs, nah si ibu-ibu psikiater ini... hmmm entah bener/gak cenderung bersikap bahwa kelainan transeksual merupakan penyakit jiwa yg parah dan perlu ditindak secara serius, mungkin karena itu pula psikiater ini lebih tegas dan lansung menjudgment adanya riwayat kesalahan pembinaan keluarga di masa kecil dulu... Sang Waria rupanya cukup peka dan segera menyambut analisa tajam si psikiater tsb dalam kisah tersendiri yg menarik disimak...

Sebutlah Waria tersebut bernama Jenny (alias Suhandi), ternyata keluarganya memiliki harapan besar punya bayi perempuan ketika ternyata akhirnya Suhandi yg ganteng hasilnya... Entah sadar atau enggak, disinyalir pengharapan yg begitu besar dari orang tua maupun lingkungan keluarga terdekat akan kehadiran anak perempuan menjadikan perlakuan agak berbeda dan mengakibatkan transformasi kejiwaan kepada si bayi Suhandi yang masih putih bersih... Untuk itulah si bayi yg sebenernya mampu menyerap dan merespon banyak harapan orangtuanya, sangat mungkin mule berubah sejak balita... Suhandi sudah menjadi males bermain dengan anak2 lelaki sebayanya, akrab dengan teman2 wanitanya serta permainan2nya. Disini orang tua nya diklaim memang kurang wawasan untuk waspada atas model/gejala awal sikap/bergaul Suhandi yg risih sebagai lelaki. Parahnya menjelang SMP kelas III, ternyata orang tuanya sempat membiarkan Suhandi ini coba2 berdandan ala wanita, bahkan waktu SMA si orangtua malah mengijinkan Suhandi ikut kontes kecantikan... Keluarganya jadi heboh begitu lulus SMA Suhandi memutuskan kommit berpenampilan sebagai wanita, dan disinilah drama-drama tragis mulai menuai kesedihan, karena Jenny alias Suhandi cenderung menjadi tidak siap lingkungan terdekatnya terkesan "JIJAY" atas status barunya... Sedangkan Jenny sendiri menuntut untuk dapat dimaklumi dan diakui ...

Kesan dan komentar si psikiater sebenernya kebaca dan klise aje pren... Justru kesan gue atas kisah singkat masa kecil hingga remaja Jenny ini yang cukup menarik diambil kesimpulan. Karena ambivalensi pengetahuan gwe dulu terhadap waria "murni" apakah karena adanya kasus mutasi genetika atau lingkungan pergaulan ajah ... Sekarang baru dapat pencerahan setelah dengan berani Jenny menganalisa dengan tegar riwayatnya sendiri.. BAHWA Begitu besar peran orang tua dan lingkungan pergaulan terdekat dalam membimbing sikap/perilaku balita memilki sikap/mental/spiritual yang selalu terarah ... Gwe malah menduga untuk kasus waria-waria murni yang lain, bisa jadi keluarga/dirinya tidak sadar bahwa pernah terjadi perlakuan yg tidak semestinya akibat pengharapan bdsk ego orangtua yg berlebihan tertumpah pada anak2nya... TRANSFORMASI MENTAL/KEJIWAAN SEBAGE RESPON AKTIF BALITA, barulah ketika dewasa pikiran makin tertanam kuat membenarkan sepihak bahwa dirinya seharusnya memang wanita, lalu punya uang dan berusaha menyuntik hormon dan operasi transeksual sekedar menyempurnakan penampilan agar sesuai dengan mental/pikiran kewanitaaannya... Tragis memang...

Barangkali ada benernya jika ada nasihat berbunyi : "Bimbinglah Anak kita sesuai kodratnya, dan biarkanlah berkembang bersama bakatnya..."
Hari-Hari Bumi yang makin Rusak & Renta :(

Baru Berasa kayanya, kalo bulan April ini rupanya cukup banyak hari raya prendz... Minggu lalu udah kena 2 hari libur karena Hari raya Paskahnya kaum Nasrani, sedangkan kemarin aja walau gak libur telah ditetapkan Hari raya Nasional Ibu Kartini bagi kaum Wanita, Nah hari ini mungkin karena unjuk rasa kepedulian para penyelamat lingkungan sedunia udah ditetapkan sebagai Hari Bumi bagi seluruh Dunia. Dan seperti biase jek... karena pengaruh globalisasi media, maka para pejabat, artis bahkan provider siaran/media lokal kitepun ikut-ikut ramai bersuara soal Hari Bumi dalam rangka menyelamatkan Bumi dari dampak industrialisasi manusia sendiri...

Kenape yah gue keliatan sinis? Apa keliatannya gue kaga begitu demen hura-hura atau kaga peduli woro2 lingkungan hidup ? Apa salahnye sih kalo ada hari-harian kaya gini ? Ha ha ha gue jadi ketawa sendiri kalo jiwa gue mengkritik sikap gue kaya gitu.., mungkin ada benernya... Yang jelas begini, gwe sih sebenernya kaga anti momen-momen peringatan apapun... atau sok pinter mau menyangkal diskusi2 macam apapun dari media yg gue baca sehari2 prendz... kaga sama sekali menyangkal kalo itupun salah satu bentuk upaya kepedulian soksial kite terhadap isu2 global... Hehhehe, cuman bingung ajah kapan kite ini kaga sekadar latah2an menelaah sesuatu, kalo perlu kaya orang jepang yang walau latah tapi masih punya keberanian kreatif dan inovatif buat merealisasikan sesuatu yg lebih baek dari sumbernya?

Hari Bumi Internasional ini sebetulnya bermakna peringatan buat manusia sedunia, bahwa perlu sekali peduli lingkungan dan alam demi kesejahteraan manusia seterusnya... Tapi bagaikan perang saudara dalam jiwa kaum industrialis, terjadi konflik antara kewajiban menjaga keseimbangan alam VS hawa nafsu eksploitasi alam demi keuntungan modal dalam industri. Begitu Mesin Uap ditemukan James Watt abad ke 17 di Inggris, mulailah revolusi Industri dunia tumbuh pesat memakan korban keseimbangan sosial dan sekaligus keseimbangan alam, sehingga politik dan perang kolonial jadi semakin rakus... sayangnya diam2 masih berlaku sampai sekarang dengan berbagai topeng politik dan alasan kemanusiaan yg dibuat-buat...

Diskusi yang ada di TV atau koran2 semuanya berasa basi... Bayangin ajah para kritikus sibuk bilang/tereak tentang standarisasi pencemaran kenalpot trasnportasi, amdal dalam industri kimia/manufaktur/properti, banjir, standarisasi bahan bakar tanpa timbal, kebakaran hutan, tapi ... sepanjang pengamatan begitu MINIM upaya & urun rembug pemerintah menyikapi realisasi pencegahan juga antisipasinya dengan HATI bukan sekadar JA'IM. Ambil contoh masalah pengurangan pemakaian Timbal dalam bahan bakar premium... Polusi pembakaran bahan bakar mengandung Timbal ini telah nyata disinyalir menyebabkan gangguan paru-paru dan kanker. TAPI BAGAIMANA IMPLEMENTASI / SOSIALISASI NYA THD MASYARAKAT ??? NOL KECIL !!! Ketika masyarakat tahu bahwa Premium berbahaya mengandung banyak timbal, terus apakah mampu membeli bahan bakar premix ??? Ketika rakyat sadar bahwa perlu uji kelayakan gas buang, apakah semuanya mampu ikut test? apakah test dan perbaikannya gratis ??? Waktu BBG digembar gemborkan jadi bahan bakar alternatif yg murah, apakah industri otomotif kite udah siap solusi yg murah meriah muncraaat buat masyarakat kebanyakan ganti sistem BBG ??? Ketika kritikus kritik kendaraan umum yang ngebul tetep beroperasi, apakah sebenernya ada fasilitas kendaraan umum kita yg bener-bener layak jalan ??? Ketika akhirnya kite dengan lesu bilang pemerintah gak punya cukup UANG untuk realisasi kesejahteraan masyarakat semacem itu semua. LALU KEMANA DANA JPS yg JUTAAN DOLLAR dulu dihibahkan dari bank dunia dan jepang kepada pemerintah ???

Begitulah coi, pada dasarnya kite ini terlalu "mentah" menelaah suatu issue... Dilema-dilema domestik masyarakat kite spt diatas udah beberapa repelita hanya jadi "MUSEUM TANDA TANYA" doang prendz... Walau mungkin buruk, mungkin masih lebih baek para LSM "jujur (?)" itu mencari sponsor utama yg mampu mendanai pilot proyek pelestarian alam yg paling bener dan realisitis... karena Pemerintah memang masih jauh dari ketersediaan infrastruktur yg bermutu, baek dalam hal kebijakan umum, pemberdayaan-hukum, maupun SDM/Teknologi... Dan akhirnya jika kita tidak mulai mewujudkan idealisme keserasian Alam dari diri sendiri, maka mungkin saja kelak Tentara Koalisi bakal ngobrak ngabrik dan menjatuhkan pemerintah resmi bangsa ini... dengan Alasan Polusi dan Perusakan Alam yg kite buat telah mengganggu negara2 ASEAN dan iklim bumi di ASIA-PASIFIK .. NAhhhh Lhoooo, nyeleneh memang, tapi teteb aja menyedihkan :((
Beberapa isu konspirasi peran amerika dalam perang akhir2 ini sadar gak sadar makin menimbulkan tanda tanya???

Bahwa amerika sejak lama memilih bisnis perang ketika terjadi dampak resesi ekonomi dalam negeri yg gawat. Akhirnya memunculkan ide – ide nyeleneh, bahwa amerika dan sekutu menang dan terlibat perang merupakan dramatisasi sejarah demi dagang…
Bbrp artikel yg sempet gue baca adalah ttg Kecurigaan analis sejarah ttg “ketololan” kewaspadaan amerika thd serbuan jepang ke pearl harbour… diawali provokasi diplomatik, dan kerja intelijen tingkat tinggi agar Amerika punya dukungan opini masyarakat/parlemen untuk ikut terjun ke perang dunia, karean pada saat itu kelesuan ekonomi begitu parah (inget kan suasana resesi ekonomi era al capone). Dimana pada awal dekade sebelumnya beberapa kapitalis amerika diduga mendanai kekuasaan Hitler secara tidak lansung lewat bisnis minyak/perdagangan… Setelah Hitler jaya, seperti biasa jiwa dagang yg kental perlu rakus dana berputar untuk mengeruk keuntungan dg manipulasi politik agar Amerika kembali berjaya mengelola ekspansi bisnis di eropa… Selain itu Bbrp dugaan lain bahwa pemicu PD-II adalah adanya tujuan jangka panjang Lobi Yahudi fundamentalis untuk mendapat simpati dunia memperoleh negara sendiri di tanah palestina…

Sejak pasca PD I, Inggris masuk Mesir dan Turki awalnya untuk ikut mengendalikan jalur perdagngan di terusan Suez… Mesir yg berang dan Curiga thd investasi besar/dominasi pengusaha Yahudi di suez mencoba melepas peran investor Yahudi dalam perjanjian dagang mengakibatkan perang bbrp tahun di kawasan teluk dimana Inggris membentengi Yahudi menang. Makin lebar jalan menuju Palestina. Langkah struktural ini makin diperkuat dg provokasi ekosospol di eropa timur dan barat, dimana sudah ada tanda2 Hitler yg bernafsu menggalang idealisme rasial menentang yahudi menguasai ekonomi Jerman dan sekitarnya… Ada dugaan mata rantai gejolak sosial di sekitar eropa segaja diledakkan Yahudi dengan investasi besar2an di berbagai lini ekonomi, sehingga memicu kesempatan hitler meluapkan nafsunya… Apakah ada link yg bersesuaian dg Langkah2 investasi perusahaan amerika yg didgua saat itu diam2 menyediakan dana kampanye dan persenjataan hitler? Wallahu A’lam silahkan pikirkan sendiri… Ketika perang meledak karena kebencian masyarakat dunia thd pelecehan rasial yahudi oleh Hitler, kaum Yahudi memperoleh simpati dunia dan dukungan politik dalam penyelamatan/kamp lokalisasi di tepi barat sungai jordan, Palestina (awalnya) yg dimaklumi masyarakat palestina sebagai sharing area sementara saat itu… Amerika sendiri memperoleh dana perang dan aset menang perang bahkan veto PBB untuk mengatur dunia…

Kaitannya dengan saat ini, teka-teki dan keheranan orang atas segala yg terjadi pada amerika masih berlanjut… Misalnya begitu mudahnya menara kembar WTC dihancurkan… sehingga isu terorisme dan dramtisasi korban WTC jadi pemicu utama Proyek Perang Afganistan dan Perang Iraq demi jalur minyak dan Langkah pengamanan Israel dari ancaman negara2 Arab. Bahkan sebelumnya sudah jadi rahasia umum bgmn link Bisnis keluarga Ladin dan Bush dalam topeng pendanaan perang amerika terhadap pendudukan Uni sovyet di Afganistan. Juga Perang Iran-Iraq, yg mana Saddam juga alat yg demikian canggih dalam melaksanakan dendam Amerika thd Iran… Bahkan Buku Merah karangan wartawan belanda begitu telak membuka kedok invasi politik Amerika dalam menjatuhkan kekuasaan Soekarno, juga kenekadan era Soeharto invasi ke timor timur…

Ternyata diduga begitu banyak Boneka-boneka yg sadar atau tidak menjadi alat politik dagang Amerika… Jikalau menguntungkan akan terus dipelihara , dan jika usang akan disingkirkan dengan drama konspirasi baru yg lebihmenguntungkan, Kaga beda sama teori konspirasi mafia politik tingkat tinggi… Dan tidak dipungkiri bahwa Amerika memang punya Shadow power yg memiliki lobby dana dan politik yg amat kuat. Beberapa film action sudah menyiratkan fenomena seperti itu, coontohnya: film SKULLS dan Shadow Conspiracy, bahkan Kennedy/Bobby/Abraham Lincoln adalah contoh korban-korban politik kekuatan bayangan hitam Amerika…

Gitu deh mo percaya atau enggak.. namanya juga wacana, barangkali ada hikmahnya buat kite2…
Wallahu a’lam…
Hari Kartini ? Apa maknanya sejauh ini ?

Begitu gwe pelototin TV Acara pagi, semacem kongkow2 para WANITA KARIR... Barulah inget kalo hari ini Hari Kartini prendz... Dimana Makna sejarahnya sepanjang yg gwe tauk sejak SD adalah sekedar monumentalis seorang sosok wanita yg entah dia itu jadi korban adat kraton Jawa, atau ... korban strategi politik ethic kolonial belanda awal abad 20an... menjadi begitu tertekan dan berusaha mencurahkan berbagai pikirannya yg terlalu kritis untuk jamannya, melalui surat menyurat "curhat" kpd rekan wanitanya di Belanda. Dan ketika kumpulan surat menyurat yg unitk itu dikumpulkan kedalam sebuah buku "Habis Gelap terbitlah Terang" itu... barulah menjadi ramai kalangan liberal masyarakat belanda memperjuangkan politk etik kepada pemerintahan kolonial saat itu...

Politik Etik Kolonial itu sebenernya semacem politik balas jasa pemerintah kolonial thd penduduk pribumi agar berhak mendapat perlakuan warga negara belanda yg lebih baik, dan tidak sekedar budak jajahan... Sayangnya memang politik etik itu cuman jadi sekedar umpan kepada para priyayi agar makin setia kpd belanda, dg disekolahkan putra2 mereka ke Belanda atau ke pendidikan lokal yg lebih mapan... kaum Putrinya ? ternyata implementasi historis adat dan pemahaman agama saat itu jauh lebih kuat mengekang wanita dari berbagai kesempatan reformasi... dan kondisi tsb sangat spesifik pad amasyarakat Jawa...

Arrrg kenapa pulak gwe jadi analisa sejarah??? Yang jelas fenomena Kartini untuk masa sekarang memang selalu telak jadi dasar diskusi emansipasi wanita, dan kondisi ujung-ijung yang paling basi adalah mengemukakan opini peningkatan/pencapaian "KARIR" seorang wanita dalam institusi atau perusahaan, versus upaya pengeritan kaum lelaki atas fenomena kemajuan masalah gender tersebut... Disini yang menarik dari acara konkow TV pagi ini... Mereka berusaha memperlebar isu kemajuan karir bisnis wanita di luar rumah dengan tanggung jawab karir pembinaaan rumah tangga jika telah berlaku sebagai Ibu/Istri... Ha ha ha disini masalah mulai menjadi pelik, dan tentu saja akan menjadi sederhana jika para wanita karir tsb lajang semata...

Beberapa artis lelaki yang sengaja ditampilkan opininya tentang peran wanita dalam karir diluar rumah, kayanya cenderung JA'IM (jaga image alias diplomasi) dengan bilang bahwa fenomena keberanian dan kemajuan wanita itu adalah wajar dan baik... Tetapi lucunya ketika mereka dikembalikan pada keinginan pribadi thd peran wanita terdekat yg akan menjadi pendamping hidupnya, semuanya bilang ingin wanita yg kommit dalam membina rumah tangganya... He he he ADA APA INI? Yg tersirat dari para lelaki "sukses" ini adalah, Jika saya mampu mencari nafkah dengan baik, Biarlah Istri saya fokus membantu membina rumah tangga dengan baik pula... *tuink*

Komentar beberapa penelepon Wanita cenderung ingin kembali meredefinisi interpretasi arti Emansipasi itu sendiri... Misalnya Kemajuan Karir Wanita sejauh ini tidak mengurangi kasus anak-anak broken-home dan merebaknya bisnis pelacuran... Arrgghhh suatu kritikan yg to the point, gwe sempet geleng2 ternyata ibu2 ini kritis jugak, dan barulah berasa.. mungkin ini sisi positif dari merebaknya media elektronik... Yg gwe rasain betapa masyarakat umumnya, dan wanita khususnya, ternyata sudah begitu kritis menuntut interpretasi yang lebih bijak dari fenomena EMANSIPASI itu sendiri. Karena menurut mereka Kemajuan/fokus karir wanita diluar rumah cenderung melahirkan anak-anak yang kurang perhatian, broken-home, korban narkoba dan bergesernya tanggung jawab wanita dalam membina generasi muda. Bahkan ada penelepon wanita yg secara telak mengangkat isu makin merebaknya dunia pelacuran saat ini, karena obsesi keinginan secepatnya sukses visualisasi a la wanita karir ... BEGITU PARAHKAH?

Belakangannya beberapa wanita wanita memang punya opini tentang kesadaran pengecualian sendiri, bahwa peran mencari nafkah memang sah jika ada kondisi2 khusus yg memang sangat mendesak... Dan mereka sendiri pulak yg memprotes gerakan "FEMINIST" yg cenderung mengemukan konsep HIDUP MANDIRI & SUKSES TANPA PRIA sebagai penyelewengan peran karir wanita secara alami dalam upaya meningkatkan kualitas mental/spiritual/intelektual generasi muda... ck ck ck pembicaraan para wanita ini boleh juga rupanya :))

Akhirnya gue jadi inget-inget bbrp pepatah keren, "SEMAKIN BAIK WANITA SUATU BANGSA, MAKA SEMAKIN TINGGI PULA MUTU GENERASI MUDANYA..." bisa jadi ada benernya prendz... Dan begitulah sisa pagi sebelum ke kantor itupun, gwe lewati berjalan-jalan sambil menggendong bayi imut cewek yg udah mao 10 bulan itu... Hmm sepanjang Jalan yg gwe lewatin, ternyata cukup banyak Ibu-ibu, mbak-mbak atau mbok-mbok itu entah sedang menghantar anaknya sendiri, keponakan atau anak majikannya yang keliatannya rata-rata SD itu berpakaian daerah hendak merayakan hari kartini di sekolah masing-masing... Bayi gwe yg udah mule cerdas itu keliatannya antusias memperhatikan baju-baju mereka yg berwarna warni cukup menyolok hehehhe, lalu gwe sendiri sibuk menerawang masa kecil dulu... Begitu senangnya jika ada hari masuk sekolah yang terasa lain dengan penampilan ataupun suasana sekolah seperti biasanya... Hiburan gratis tak terkira.. Alangkah Indahnya masa kanak-kanak :))
Hidup bisa enak atau gak yang penting jangan jadi Buta Hati/Akal :))
Dan Manusia suka belajar serta introspeksi, pedoman mutlaknya terus mencoba berselaras dengan Alam Sekitar (manusia/ hewani/ nabati), berarti memahami MAHA ENERJI SEMESTA ALAM.
Oleh karena itu mata rantai Ekonomi-Sosial-Politik-Budaya seyogyanya terkait mata rantai kehidupan sejarah harkat manusia/alam yang tak terpisahkan... SEKULER? Yaah dampak sifat dasar manusia yang cenderung REDUKSIONIS menjembatani MASALAH :)