Deepdrown' daily Plurks

Monday, April 28, 2003

Manusia, Makhluk Paling Mulia sekaligus Paling Repppooot...


Kalo pas gue ngelamunin betapa hebat dan ngaconya dampak sejarah yg dilakuin manusia didunia ini... Hmm gue jadi mikir apakah ini dampak dari kodrat manusia yg katanya makhluk paling mulia dan berkehendak di jagad ini??? Lalu apa seh “hebat”-nya dengan status manusia sebagai makhluk paling “mulia” dan jadi Imam makhluk lain di Bumi ini? Ternyata kalo sadar konsekuensinya, selayaknya manusia akan sulit menjadi takabur/pamer-jasa/pamer-kekuatan prendz... Kan' sebage Imam, harunsnya manusia ini berjiwa sosial tinggi kepada manusia sendiri bahkan kepada alam sekitarnya. Karena hanya dengan iktiar realisasi jiwa sosial yg universal dan ikhlas, barulah manusia bisa “belajar” dengan cara yang makin “benar” biar memperoleh “hikmah” yang hakiki dari berbagai proses interaksi manusia maupun manusia dg alam...


Sebage manusia yg paling mulia, bahkan katanya pemimpin di muka Bumi, tentu yang namanya BELAJAR bukanlah MENJIPLAK ajah, tapi upaya lebih baik merepresentasikan kebaikan & keburukan apapun dari hadapannya menjadi Hal yang berguna bagi dirinya sendiri dan makhluk lainnya... disinilah tantangan sekaligus makna mengapa jiwa dan naluri/pikiran masing2 manusia diciptakan begitu unik dan majemuk , dan tidak seperti lebah atau semut misalnya yg tercipta dalam program yg serupa sejak munculnya...


Tentu aja Tantangan maupun Kenikmatan manusia tidak akan sempurna jika Tuhan tidak menyertai faktor Tingkatan Hawa nafsu juga Emosional, disini KEBEBASAN makhluk manusia JAUH lebih besar daripada makhluk lainnya. Lalu Apa sih Tujuannya ??? Apa lagi kalau Bukan Tuhan ingin menguji sampai sejauh mana kesabaran ikhtiar masing-masing manusia mampu menjadi IMAM bagi dirinya dan Alam sekitarnya (manusia lain, hewani, nabati, alami)... Barangkali begitulah, mengapa seringkali terdengar pepatah sekaligus keluhan,”HIDUP ini hanyalah UJIAN bagi yang SABAR”


Demikianlah manusia mungkin sekali perlu banyak belajar SABAR & IKHLAS dari interaksi burung-burung, cacing yg tanpa indera, masyarakat lebah madu, semut-semut dan makhluk2 lainnya. Mereka ini dengan naluri yg mendalam telah menciptakan mata rantai makanan & kehidupan yg mendukung kelestarian alam... dus kemakmuran manusia sendiri. Jadi amatlah menyedihkan, jika akhir-akhir ini begitu banyak kejadian ulah manusia yang begitu lupa pada begitu banyak kelebihannya sendiri, hanya karena mereka sedang diuji masalah dilema seperti: susah makan, susah karir, hamil mendadak, banyak utang, gengsi dll... sehingga harus menganiaya diri orang lain, bahkan ada yg membunuh atau menyakiti anak/suami/istri/orang-tua/dirinya sendiri... Astagfirullah.


Fenomena yg populer hingga saat ini, Manusia yg amat bernafsu memanjakan kemakmurannya sendiri hingga merusak alam yg memberikan naungan hidup selama ini. Upaya-upaya Industrialisasi demi penumpukan modal semata, Eksploitasi alam besar-besaran tanpa mengindahkan renovasi, Perang disana sini dengan berbagai kerusakan fisik maupun kimiawi, Popularitas gaya hidup yang cenderung mengakibatkan eksploitasi seks bebas bayar ataupun dengan bayaran... semuanya telah mengakibatkan rusaknya Keseimbangan Alam.


Unsur-unsur maupun relasi fungsional murni alam yg punah akan berdampak pada munculnya mutasi alam sebagai upaya bertahan hidup unsur alam yang lain.
Tidaklah mengherankan abad ini mulai muncul berbagai virus penyakit & racun unsur kimiawi yg tebaru, sehingga bayi-bayi yang mengalami cacat genetika, Kekurangan sandang-pangan berdampak krisis ekonomi/kesehatan dll.. semuanya barulah dampak awal,... Akhirnya apa ? Wallahu’Alam... yang jelas Kiamat multi dimensi jelas didepan mata... Jadi ayooo marilah kita belajar dan bertindak lebih giat lagi, KLISE emang.. tapi lebih baek "care" kan' sebelum terlambat ???