Deepdrown' daily Plurks

Monday, April 21, 2003

Hari Kartini ? Apa maknanya sejauh ini ?

Begitu gwe pelototin TV Acara pagi, semacem kongkow2 para WANITA KARIR... Barulah inget kalo hari ini Hari Kartini prendz... Dimana Makna sejarahnya sepanjang yg gwe tauk sejak SD adalah sekedar monumentalis seorang sosok wanita yg entah dia itu jadi korban adat kraton Jawa, atau ... korban strategi politik ethic kolonial belanda awal abad 20an... menjadi begitu tertekan dan berusaha mencurahkan berbagai pikirannya yg terlalu kritis untuk jamannya, melalui surat menyurat "curhat" kpd rekan wanitanya di Belanda. Dan ketika kumpulan surat menyurat yg unitk itu dikumpulkan kedalam sebuah buku "Habis Gelap terbitlah Terang" itu... barulah menjadi ramai kalangan liberal masyarakat belanda memperjuangkan politk etik kepada pemerintahan kolonial saat itu...

Politik Etik Kolonial itu sebenernya semacem politik balas jasa pemerintah kolonial thd penduduk pribumi agar berhak mendapat perlakuan warga negara belanda yg lebih baik, dan tidak sekedar budak jajahan... Sayangnya memang politik etik itu cuman jadi sekedar umpan kepada para priyayi agar makin setia kpd belanda, dg disekolahkan putra2 mereka ke Belanda atau ke pendidikan lokal yg lebih mapan... kaum Putrinya ? ternyata implementasi historis adat dan pemahaman agama saat itu jauh lebih kuat mengekang wanita dari berbagai kesempatan reformasi... dan kondisi tsb sangat spesifik pad amasyarakat Jawa...

Arrrg kenapa pulak gwe jadi analisa sejarah??? Yang jelas fenomena Kartini untuk masa sekarang memang selalu telak jadi dasar diskusi emansipasi wanita, dan kondisi ujung-ijung yang paling basi adalah mengemukakan opini peningkatan/pencapaian "KARIR" seorang wanita dalam institusi atau perusahaan, versus upaya pengeritan kaum lelaki atas fenomena kemajuan masalah gender tersebut... Disini yang menarik dari acara konkow TV pagi ini... Mereka berusaha memperlebar isu kemajuan karir bisnis wanita di luar rumah dengan tanggung jawab karir pembinaaan rumah tangga jika telah berlaku sebagai Ibu/Istri... Ha ha ha disini masalah mulai menjadi pelik, dan tentu saja akan menjadi sederhana jika para wanita karir tsb lajang semata...

Beberapa artis lelaki yang sengaja ditampilkan opininya tentang peran wanita dalam karir diluar rumah, kayanya cenderung JA'IM (jaga image alias diplomasi) dengan bilang bahwa fenomena keberanian dan kemajuan wanita itu adalah wajar dan baik... Tetapi lucunya ketika mereka dikembalikan pada keinginan pribadi thd peran wanita terdekat yg akan menjadi pendamping hidupnya, semuanya bilang ingin wanita yg kommit dalam membina rumah tangganya... He he he ADA APA INI? Yg tersirat dari para lelaki "sukses" ini adalah, Jika saya mampu mencari nafkah dengan baik, Biarlah Istri saya fokus membantu membina rumah tangga dengan baik pula... *tuink*

Komentar beberapa penelepon Wanita cenderung ingin kembali meredefinisi interpretasi arti Emansipasi itu sendiri... Misalnya Kemajuan Karir Wanita sejauh ini tidak mengurangi kasus anak-anak broken-home dan merebaknya bisnis pelacuran... Arrgghhh suatu kritikan yg to the point, gwe sempet geleng2 ternyata ibu2 ini kritis jugak, dan barulah berasa.. mungkin ini sisi positif dari merebaknya media elektronik... Yg gwe rasain betapa masyarakat umumnya, dan wanita khususnya, ternyata sudah begitu kritis menuntut interpretasi yang lebih bijak dari fenomena EMANSIPASI itu sendiri. Karena menurut mereka Kemajuan/fokus karir wanita diluar rumah cenderung melahirkan anak-anak yang kurang perhatian, broken-home, korban narkoba dan bergesernya tanggung jawab wanita dalam membina generasi muda. Bahkan ada penelepon wanita yg secara telak mengangkat isu makin merebaknya dunia pelacuran saat ini, karena obsesi keinginan secepatnya sukses visualisasi a la wanita karir ... BEGITU PARAHKAH?

Belakangannya beberapa wanita wanita memang punya opini tentang kesadaran pengecualian sendiri, bahwa peran mencari nafkah memang sah jika ada kondisi2 khusus yg memang sangat mendesak... Dan mereka sendiri pulak yg memprotes gerakan "FEMINIST" yg cenderung mengemukan konsep HIDUP MANDIRI & SUKSES TANPA PRIA sebagai penyelewengan peran karir wanita secara alami dalam upaya meningkatkan kualitas mental/spiritual/intelektual generasi muda... ck ck ck pembicaraan para wanita ini boleh juga rupanya :))

Akhirnya gue jadi inget-inget bbrp pepatah keren, "SEMAKIN BAIK WANITA SUATU BANGSA, MAKA SEMAKIN TINGGI PULA MUTU GENERASI MUDANYA..." bisa jadi ada benernya prendz... Dan begitulah sisa pagi sebelum ke kantor itupun, gwe lewati berjalan-jalan sambil menggendong bayi imut cewek yg udah mao 10 bulan itu... Hmm sepanjang Jalan yg gwe lewatin, ternyata cukup banyak Ibu-ibu, mbak-mbak atau mbok-mbok itu entah sedang menghantar anaknya sendiri, keponakan atau anak majikannya yang keliatannya rata-rata SD itu berpakaian daerah hendak merayakan hari kartini di sekolah masing-masing... Bayi gwe yg udah mule cerdas itu keliatannya antusias memperhatikan baju-baju mereka yg berwarna warni cukup menyolok hehehhe, lalu gwe sendiri sibuk menerawang masa kecil dulu... Begitu senangnya jika ada hari masuk sekolah yang terasa lain dengan penampilan ataupun suasana sekolah seperti biasanya... Hiburan gratis tak terkira.. Alangkah Indahnya masa kanak-kanak :))