Gejala TranSeksual, Kelainan Jiwa atau Kesalahan keluarga ?
Dalam suatu acara TV pagi, gwe pengen tauk siapa sih bintang tamu diskusi pagi ini apa ? Yah barangkali ada bahan menarik yg bisa dicurhatin disini yaaa... yang jelas gue terpaku pada wanita cantik etnik chinese yg dengan anggun menanti pertanyaan-pertanyaan. Gue pikir bole juga nih, dokter psikologi emang dari dulu cenderung cantik-cantik booow hehehe... Menyimak judul topik hari itu adalah "Jiwa Wanita dalam Tubuh Pria" asumsi gue adalah bakal diskusi soal kadar feminin dalam Pria yg memang berdampak pada sikap kebanyakan pria.. Soalnya yg gue udah lama denger ttg kewajaran fenomena sikap pria yg cukup kuat unsur feminisnya, sehingga suka dan ahli pekerjaan wanita seperti koki masak, salon dan perancang baju, selain itu cenderung pria seperti ini cenderung sensitif... DAN belum ada sama sekali dugaan gwe akan membahas yang lebih dari itu...
TAPI begitu si moderator memperkenalkan seorang berperawakan ibu2 yg diperkenalkan sebagai seorang psikiater, mulelah gue bertanya2 nah si cewek anggun ntu sape??? *blaik* ternyata si Wanita adalah seorang WARIA yg berprofesi sebagai perancang pakaian pengantin yang cukup terkenal... BARUlah gue sadar bener apa maxud judul topik diskusi itu... MEMANG agak XTRIM membahas seorang pelaku TRANSEKSUAL. Kebetulan WARIA yang satu ini keliatannya cukup bermodal untuk mengupayakan penampilan yg maksimal agar berhasil tampil selayaknya keanggunan wanita sejati... heheheh hebat...
Lika liku pembahasan memang tersirat seperti ngobrol-ngobrol dan tanpa terkesan pelecehan parodi apapun, yang membantu acara ini bernilai adalah keberanian dan ketabahan sang WARIA menceritakan asal-muasal perilaku transeksual dan peran/sikap keluarganya. Si moderator wanita (Becky) ini memang menunjukkan kekaguman atas kecantikannya, Sedang moderator pria (ferdi) lebih tertarik pada riwayat dan sikap keluarga ybs, nah si ibu-ibu psikiater ini... hmmm entah bener/gak cenderung bersikap bahwa kelainan transeksual merupakan penyakit jiwa yg parah dan perlu ditindak secara serius, mungkin karena itu pula psikiater ini lebih tegas dan lansung menjudgment adanya riwayat kesalahan pembinaan keluarga di masa kecil dulu... Sang Waria rupanya cukup peka dan segera menyambut analisa tajam si psikiater tsb dalam kisah tersendiri yg menarik disimak...
Sebutlah Waria tersebut bernama Jenny (alias Suhandi), ternyata keluarganya memiliki harapan besar punya bayi perempuan ketika ternyata akhirnya Suhandi yg ganteng hasilnya... Entah sadar atau enggak, disinyalir pengharapan yg begitu besar dari orang tua maupun lingkungan keluarga terdekat akan kehadiran anak perempuan menjadikan perlakuan agak berbeda dan mengakibatkan transformasi kejiwaan kepada si bayi Suhandi yang masih putih bersih... Untuk itulah si bayi yg sebenernya mampu menyerap dan merespon banyak harapan orangtuanya, sangat mungkin mule berubah sejak balita... Suhandi sudah menjadi males bermain dengan anak2 lelaki sebayanya, akrab dengan teman2 wanitanya serta permainan2nya. Disini orang tua nya diklaim memang kurang wawasan untuk waspada atas model/gejala awal sikap/bergaul Suhandi yg risih sebagai lelaki. Parahnya menjelang SMP kelas III, ternyata orang tuanya sempat membiarkan Suhandi ini coba2 berdandan ala wanita, bahkan waktu SMA si orangtua malah mengijinkan Suhandi ikut kontes kecantikan... Keluarganya jadi heboh begitu lulus SMA Suhandi memutuskan kommit berpenampilan sebagai wanita, dan disinilah drama-drama tragis mulai menuai kesedihan, karena Jenny alias Suhandi cenderung menjadi tidak siap lingkungan terdekatnya terkesan "JIJAY" atas status barunya... Sedangkan Jenny sendiri menuntut untuk dapat dimaklumi dan diakui ...
Kesan dan komentar si psikiater sebenernya kebaca dan klise aje pren... Justru kesan gue atas kisah singkat masa kecil hingga remaja Jenny ini yang cukup menarik diambil kesimpulan. Karena ambivalensi pengetahuan gwe dulu terhadap waria "murni" apakah karena adanya kasus mutasi genetika atau lingkungan pergaulan ajah ... Sekarang baru dapat pencerahan setelah dengan berani Jenny menganalisa dengan tegar riwayatnya sendiri.. BAHWA Begitu besar peran orang tua dan lingkungan pergaulan terdekat dalam membimbing sikap/perilaku balita memilki sikap/mental/spiritual yang selalu terarah ... Gwe malah menduga untuk kasus waria-waria murni yang lain, bisa jadi keluarga/dirinya tidak sadar bahwa pernah terjadi perlakuan yg tidak semestinya akibat pengharapan bdsk ego orangtua yg berlebihan tertumpah pada anak2nya... TRANSFORMASI MENTAL/KEJIWAAN SEBAGE RESPON AKTIF BALITA, barulah ketika dewasa pikiran makin tertanam kuat membenarkan sepihak bahwa dirinya seharusnya memang wanita, lalu punya uang dan berusaha menyuntik hormon dan operasi transeksual sekedar menyempurnakan penampilan agar sesuai dengan mental/pikiran kewanitaaannya... Tragis memang...
Barangkali ada benernya jika ada nasihat berbunyi : "Bimbinglah Anak kita sesuai kodratnya, dan biarkanlah berkembang bersama bakatnya..."