Biasanya kalo kita ngomong soal Ghaib, maka orang-orang bakal merosot kearah cerita yang serem-serem... tapi temen gue dibawah ini ngemail tentang istilah ghaib adalah "biasa" juga dalam masalah-masalah lain...
From: Iful B.
Sent: Tuesday, July 15, 2003 1:20 PM
Subject: Ghaib
Banyak yg salah kaprah dengan definisi Ghaib. Seperti dalam surat A-Baqarah bahwa ciri orang beriman itu adalah orang yg percaya dengan yg Ghaib.Dalam catatan kaki terjemahan Qur’an disebutkan bahwa Ghaib itu sesuatu yg tidak dapat ditangkap panca indra.
Ada dua yg akan didiskusikan disini:
- Ghaib di Qur’an itu banyak disebut tentang datangnya hari Kiamat (diantaranya dalam Surat Al Baqarah).
- Rasulullah pernah didatangi oleh seorang lelaki bersih yg duduk berhadap2an di depan Rasulullah dan disaksikan para sahabat. Tatkala lelaki tsb pergi kemudian Rasulullah menanyakan pada sahabat: “Tahukah kalian yg baru saja datang itu siapa…?” Para sahabat menjawab: Hanya Allah dan Rasul-nya yg mengetahui perkara Ghaib. Lalu Rasulullah mengatakan bahwa lelaki yg baru datang itu Jibril.
Dari perkataan rasulullah bisa disimpulkan bahwa ghaib itu bisa ditangkap dengan panca indra, Lha buktinya Jibril bisa dilihat para sahabat.
Saya lebih setuju bahwa Ghaib itu sesuatu yg tidak kita ketahui sebelumnya. Kayak hari kiamat itu ghaib, tapi bisa kita lihat kalau terjadi sekarang misalnya, tapi kita nggak tahu akan terjadi kapan secara pasti. Kalau sesuatu yg nggak bisa ditangkap dengan panca indera kita disebut ghaib, lalu bagaimana dengan gelombang elektromagnetik/arus listrik yg ada disekitar kita. Gelombang elektromagnetik/arus listrik tidak kelihatan, tapi dengan alat kita bisa menggunakan contohnya kita bisa pake HP.
Jin itu tidak ghaib, bagi yg percaya dan yg mengira mahluk halus itu ghaib itu juga salah kaprah. Jalan2 di kuburan ah entar malem, kebetulan jarak 100 meter dari rumah saya ada kuburan, gua nggak takut ama yg beginian. Karana bukan ghaib…
Iya iya ada betulnya juga si Iful…. Buat lingkungan budaya yang kaya mistik bin klenik seperti bangsa kite ini, memang kecenderungan kuat istilah ghaib hanya terkait dengan hal-hal yg nyambungnya ke mistik dan klenik doang… Kenapa begitu? Karena berdasakan berbagai cerita sejarawan belanda atau analisanya ong khok ham, atau kisah epos sejarahnya pram, itu tergambar sekali … begitu banyak hikayat bual dan syair keagungan dibuat para elit kerajaan demi meningkatkan kewibawaan ( atau kengerian?) raja dihadapan masyarakatnya…
Mungkin sekali kebiasaan kebohongan publik yang dilakukan elit politik raja itu sama tuanya dengan budaya pungli sebagai warisan akar sejarah kehidupan politik bangsa ini… Dari pengetahuan cara2 itu si Belanda yang mau menguasai seluruh Jawa , tinggal ngomporin ajah lansung kena dua-duanya… si elit mo kerja sama krn pusing dijilat abis, dan masyarakat tinggal manut sing kuoso abis gitu dibodohin dengan berbagai isu-isu bohong buat nakut-nakutin kehendak mereka buat kritis…
Mangkanya dari kecil , Alm Nenek gue yg lumayan kuat jawanya sering nasehatin beberapa tabu yang gue sendiri ga pernah dijelasin nalarnya, kecuali disuruh manut aja, bahwa tindakan itu nggak elok… Atau juga ada budaya Jawa yg sering membunuh sikap kritis si anak kepada orang tuanya… dan Inilah yg lansung gak lansung menumbuhkan kebiasaan hidup otoriter di negeri ini… Si anak harus manut sama yg lebih tua dan kualat kalo melawan… Kebingungan karena nggak dapet pngertian nalar yg memadai sesuai kadar pengetahuan yang ada, sering diasumsikan sbg misteri.. misteri ini kadang konteksnya dianggap beda sama ghaib, padahal suatu yang misteri berarti ghaib juga…
Seringnya manusia itu berpikir, kalo otaknya itu baru bekerja setelah dapet stimulus dari 5 panca indera ( lihat, cium, rasalidah, sentuh, dengar).. padahal yang namanya feeling, motivasi, spirit adalah juga suatu stimulus yang lebih sulit dijabarkan kecuali si manusia ybs yg ngerasain… Nah ini yang dibilang indera ke-6, ke7 dst… Dalam masyarakat yang sekadar beriman dengan nalarnya, memang sangat bergantung pada pengamatan panca inderanya.. dan dari sanalah berbagai hukum yang mengatur interaksi sosial manusia dibuat… Bagi mereka sebab-akibat harus muncul dari 5 panca indera itu saja… Oleh karena itu banyak sekali kasus atau fenomena nyata yg diselidiki ternyata nggak match sama hukum nalarnya terpaksa harus masuk arsip Xfiles.
Lalu gimana dong istilah klenik & mistik yg lebih lekat dalam definisi ghaib itu sendiri? Bagaimana dengan kejadian seorang pengidap kanker tiba-tiba sembuh dari penyakitnya oleh seorang paranormal, padahal sudah divonis mati ? Atau kasus kriminal dimana terjadi sesorang yg tewas karena sebab-sebab misterius (setelah di otopsi) katanya akibat santet ? Ditambah lagi soal tempat/ barang/ orang keramat yg dipercayai memiliki kekuatan supranatural ? Tentu sebahagian besar buat masyarakat adalah jadi ke-ghaib-an yang populer… dan jadi lumrah aja.
Coba aja kembali ke taon 30 an dimana otomobil mule populer di hindia belanda, masyarakat yang terlongo2 ajaib akhirnya menerima sebagai hal yg masuk akal, ketika mereka mule memahami kaidah hukum teknologinya… gitu juga pesawat terbang, atau kapal selam… andai itu muncul pada jaman sultan mataram tentu jadi geger disangka Nyi Roro Kidul lagi unjuk kekuatan… dan pasti keghaiban (misterius) yang luar biasa buat manusia jaman itu.
Buat manusia abad science … segala hal yang dapat dikur bdsk cakupan ilmu nalar yang telah mapan yang ada saat itu, dan telah diakui standarisasi pengukurannya tsb dalam badan-badan yang telah diakui, maka hal tersebut tidak lagi menjadi ghaib… Karena listrik misalnya, atau sinyal elegtromagnetik yang tadinya ghaib dan tak kasat 5 panca indera, telah berhasil di scan dan diukur melalui indikator yang baku, sehingga sekarang manusia tahu mana benda yg berlistrik mana yang enggak.. begitu pula sinyal HP atau komunikasi lainnya… Cuman liat HP aja kite tau bahwa HP kite bakal bisa dipake komunikasi atau gak ? jadi udah kaga ghaib lagi…
Nah sebagai contoh, kalangan ilmuwan rusia dulu diam-diam lagi riset masalah ghaib yang lain, apa itu ? telepati… Nah untuk urusan telekomunikasi telepati ini masih ghaib.. dan lagi giat di riset biar ketemu metode nalarnya, kabar terakhirnya justru gue kaga tau… Yg gue tau pada jaman perang dingin, rusia riset telepati dan tele kinesisnya sebagai alat pembunuh jarak jauh, yaaah mirip santet gitulah ( discovery channel)…
Emang bener kadang-kadang soal klenik atau mistik jadi mengarah hal yang ghaib, karena masyarakat sering dicekoki secara intensif oleh mitos-mitos warisan budaya jamdul. Tantangan para ulama, budayawan dan scientist sendiri adalah jangan kalah intensif untuk mengimbangi dengan wacana yg lebih ilmiah dan edukatif… Tapi emang sih kadang-kadang dalam masyarakat yg “sakit” bisnis yg neko-neko jauh lebih menguntungkan. Seperti acara-acara tv yg sekadar mengumbar nuansa kleniknya aja, tanpa berusaha menampilkan wacana-wacana baru yg mampu berbicara lebih nalar…
Jadi kenapa pada jaman Nuklir seperti saat ini masih begitu banyak fenomena yang dianggap ghaib? Kaga laen kaga bukan karena memang dunia ini masih terlalu banyak rahasia alam yg belum mampu dipahami manusia dengan sempurna melalui kesombongan akalnya. Begitu keghaiban Bulan terkuak sedikit, ternyata keghaiban celah palung atlantis masih menunggu diraba… belum lagi berbagai penyakit baru yg baru akan muncul atau baru muncul… Dijamin dalam setiap upaya pencarian dan pencapaian daya nalar manusia akan terancam dengan tak berhingga keghaiban baru, dan kemungkinan besar akan dicari nalar baru yang mendobrak hukum nalar yg sudah ada… demikian seterusnya. Disinilah kita kenal ungkapan, bahwa hidup manusia itu serba relatif…
Suka atau kagak … keuletan / ketekunan manusia yang menggeluti kedalaman berfikir mulai dari panca indera 5 nya, lalu ke otak, perasaan, ilham, dan ketika masalah kian rumit… sadar atau tidak dia akan membentur kedewasaan Qolbunya (mata batin/hati) sendiri. Kemudian dia harus berhadapan dengan dua pilihan penting: Keimanan atas adanya kekuatan yang jauh lebih mapan, atau… terus mengelakkan diri demi tujuan superioritas nalar. Dan itulah Nikmat sekaligus Konsekwensi yang diberikan Tuhan buat kita sebagai manusia…