Deepdrown' daily Plurks

Wednesday, July 16, 2003

Pelajaran dari perilaku Bruce Banner dan Bruce Paine

Industri Film Hollywood yang sarat kapitalisme itu, kadangkala kagada salahnya sekali-kali disimak sebagian produksinya. Sayangnya beberapa kolega terdekat gue akan bilang kalo saran itu hanya muncul dari subyektifitas selera gue yg agak unik soal film... Padahal kalo dipikir-pikir selera gue wajar-wajar ajah... sekali waktu action laga, bisa juga kolosal sejarah, komedi konyol, sampe drama percintaan cengeng atau politk penuh intrik pernah gue jabanin, sci-fi themes juga kartun-kartun pun oke ajah... Jadi apa ya yg dibilang aneh dari gue soal film. Hmmm mungkin ini, film apapun rasanya gue terlalu serius berlarut-larut untuk menyimaknya... Oke lah kalo ini gue terima aja dibilang aneh, karena saat temen-temen gue menganggap semua itu hiburan yg gak ada sangkut pautnya sama dunia nyata... sementara Gue selalu yakin ada pesan-kesan khusus dari film itu yang bisa jadi hikmah buat ngebantu memahami dunia kehidupan yang nyata... Selain itu betapa bohong atau naifnya alasan si pembuat film, maka pasti selalu ada yg tersisa dari warna kalbu mereka yg sejujurnya... dan kalao mata hati gue berhasil menangkap remah-remah itu, maka makna asli film itu rasanya jauh lebih menarik dari tampaknya...

Bruce Banner itu adalah nama tokoh utama dalam film "HULK".
Dia itu seorang ilmuwan bionuklir yang terobsesi pada target rekayasa genetika yg mampu menghasilkan generasi manusia yg lebih tahan sakit sekaligus berintelektual tinggi. Sampai pada kecelakaan laboratorium yg tidak disengaja, si Bruce ini terkena radiasi nuklir sinar Gamma dengan intensitas tinggi, dimana pada kasus normal harusnya dia sudah tewas... Tapi nyatanya setelah koma beberapa hari, ternyata dia merasa makin sehat dan sempurna staminanya. Hanya saja ketika terjadi kasus dimana emosionalnya tidak terkendali, maka terjadi transformasi genetika tingkat tinggi, dimana endapan radiasi gamma mengembangkan beribu-ribu sel baru dan hormon aneh dalam ledakan-ledakan sel yg takterduga. Dan jadilah Bruce seorang Raksasa Hijau berkekuatan super yang kebingungan, sedangkan pda saati itu jati diri Bruce yg sebenernya merasa seperti mimpi berjalan... Nuansa komikal dari film ini justru lebih bermakna, ketika pada awal dan tengah cerita terdapat sambungan riwayat tentang asal-usul keluarga Bruce kecil, dimana ayahnya yaitu David Banner ternyata seorang ilmuwan genetika ambisius dalam proyek pengembangan senjata militer amerika di Padang Pasir Alamogordo. Karena marah dan penasaran karean formula nya tidak diijinkan dilakukan pengetestan terhadap manusia, maka David nekad menyuntikkan formula genetika temuannya ke anaknya sendiri Bruce Banner sejak bayi. David begitu yakin kalo formulasinya akan mengembangkan anaknya menjadi generasi super dikemudian hari. Tapi sebelum jadi kenyataan, kegilaannya keburu ketahuan provoost, kegusaran akan karirnya yg hancur menyebabkan terbunuhnya Ibu Bruce Banner dan kemudian memenjarakan Ayah nya ke rumah sakit gila bertahun-tahun. Ketika Bruce Banner menjelang dewasa dan mengalami kecelakaan radiasi tersebut, David Banner yang ambisius ini berusaha kembali dan menemui Bruce, dan malah senang karena investasi formula genetika yg disuntikkan sejak Bruce bayi ternyata berhasil... Konflik terjadi karena sebenarnya Bruce sangat tersiksa lahir batin ketika harus berubah menjadi Makhluk Raksasa Perkasa HULK. Terlebih pas tahu bahwa kejadian ini karena kegilaan Ayahnya yg emang makin gila kekuasaan & pemujaan kejeniusannya. Ketika Bruce menyadari KEKUATANNYA cuma menciptakan kehampaan dan agresifitas merusak, muncul pencerahan bahwa Bruce cuma butuh kasih sayang yang hilang... Akhirnya demi keamanan semua orang terdekatnya si Bruce pergi kepedalaman hutan Amerika Selatan dan berprofesi sbg dokter sukarelawan... Too Ironic but Humble :)

Bruce Paine itu adalah nama tokoh utama dalam film "Bruce AlMighty".
Dalam film ini Bruce emang digambarkan sebage nuansa profesional yang selalu gelisah dan kaga pernah puas dengan pencapaian karirnya. Sebetulanya si Bruce ini sudah cukup punya segmen yg spesific sebage reporter acara-acara yg berkaitan dengan restoran/ makanan/ minuman disebuah acara perusahaan televisi mapan. Tapi nyatanya dia selalu tersiksa dengan fenomena kolega reporter laen yan gmenurut anggapannya jao lebih terkenal, mapan, dan disayang perusahaan karena acara yg dipandu temannya itu dipercaya sebage mesin penarik duit sponsor dan iklan. Gampangnya fenomena Syirik Menyirik menarik dan kocak banget. Pendek kata kekisruhan ini mneyebabkan semangat kerjanya turun, uring-uringan, berbagai hambatan dan kendala hidup disekitarnya selalu dianggap sebage ketidak adilan Tuhan atas hidupnya. Pasangan hidupnya yang kebetulan cukup relijius selalu menekankan kesabaran dan rasa bersyukur, tetapi ditanggapi sebagai nasihat basi dan konservatif yang gak ada pengaruhnya apa-apa. "Kesialan" yang kemudian bertubi-tubi menimpa bukan dihadapi dengan sabar dan introspeksi, tapi sebaliknya berteriak-teriak memaki bahwa Tuhan tidak ada... Nah disinilah dram satire dan komedi ironis mulae muncul dengan mengundang banyak tawa dan perenungan... "Sang Wujud Tuhan" yang digambarkan peduli atas komplain si Bruce ini, kemudian bertemu dan menawarkan Kekuasaan sebage Tuhan kepada Bruce sekedar membuktikan seberapa baik pemahaman Bruce berkuasa sebage Tuhan ... Jadilah Bruce bergelar Bruce yang Maha Kuasa (The Bruce AlMighty)... Semua hukum Alam dijamin tunduk pada kemauannya si Bruce. Yang ironisnya justru Bruce tak begitu sadar sebenarnya konsekwensi dari ambisi dan ke-aku-annya berdampak fatal ketika harus menjabat pula sebage Tuhan. Kelucuan dan Ketidak masuk akalan film ini muncul didasari kekuatan Bruce sebage Tuhan yang "dendam" terhadap segala sesuatu yg pernah merendahkannya pada masa jadi manusia biasa. Romantisme terhadap pasangannya ditunjukkan lewat kekuatan menarik Bulan jauh lebih dekat dalam orbit bumi... dan tidak disadarinya di belahan Bumi lain harus mengalami bencana banjir , karena dampak peningkatan gravitasi bulan terhadap permukaan air... Setelah si Bruce puas melampiaskan kekuasaanya, barulah berbagai kewajiban datang.. terutama melayani dan mengelola permintaan doa selurh manusia sejagad... Ambisi manusia yg dibungkus dengan Kekuatan Tuhan ternyata masih membuat kewalahan si Bruce, dan dasarnya manusia yg cenderung mau enak sendiri, akhirnya dengan gampang mengabulkan semua doa tanpa pilih kasus dan waktu.. Yang terjadi memang bukan semua senang, melainkan semua kacau.. Keributan sosial yg dicontohkan dengan pembagian Lotere berhadian jutaan dollar untuk semua peserta, malah jadi rusuh gara2 setiap peserta kahirnya cuman dapet 17 dollar saja... Akhirnya Bruce mulai berasa makan hati jadi Tuhan, dan meminta sang "Wujud Tuhan" menarik kembali kekuasaannya dan kembali menjadi manusia biasa... Kata-kata yang sangat filosofis sang "wujud Tuhan" adalah... bahwa Manusia itu memang seringkali tidak mengerti esensi keinginannya dan tidak pernah tahu selengkap mungkin konsekwensi dampak dari berbagai keinginannya itu jika terpenuhi.. Oleh karena itulah Tuhan perlu mengatur sebijak mungkin berbagai keinginan manusia itu agar mata rantai alam semesta tetap berjalan seimbang...

Rasanya ada kaitannya juga dengan pelajaran moral sehari-hari, bahwa manusia sejatinya selalu extra hati-hati dengan ambisi dan kekuasaan yang telah ada digenggamannya... Karena kenikmatan kasat mata yang ditawarkan, tidaklah terlalu menggiurkan jika saja manusia sadar betapa berat tanggung jawab yg dipikulkan Tuhan padanya...

Begitulah, gue memang sama sekali enggak bermaxud jadi agen reklame dari film-film hollywood sono... hanya saja jika ada suatu hidayah yang gue rasa bermanfaat untuk disharing tetapi cuman tertahan dalam kebesaran hati sendiri, rasa berdosa nya bakal jaoo lebih gede kan? Oleh karena itu jika ada yang gak percaya atau ingin membuktikan sendiri tentang makna yg sebenernya, gak ada ruginya juga mengeluarkan uang tabungan untuk menonton film itu segera... jika uang kurang bole juga patungan dan segera sewa vcd film-film itu di tempat yg tepat... Selamat merenung :)