Deepdrown' daily Plurks

Monday, June 02, 2003

LANGKAH BERADAB MELAWAN DOMINASI BUDAYA AMERIKA, KENAPE NGGAK?...


Perang Irak baru ajah lewat, dan baru dapet kabar dari majalah kapital terbaru... Proyek Jutaan Dollat rekonstruksi negara Irak yang "modern" udah "beneran" dibagi-bagi dengan jelas kepada beberapa perusahaan amerika dan bbrp negara sekutu pedukung perang sesuai kadar KKN nya (jepang,india,pakistan dll)... Tapi ternyata suka atau tidak, Dampaknya baik secara kasar atau halus, dunia dan warga Amerika dan Budayanya harus menerima kritik dan cercaan dari berbagai belahan dunia. Kagada yang perlu diherankan prendz, kemenangan dan kekalahan punya resikonya sendiri-sendiri :)


MIsalnya saja dalam dunia penghargaan Layar Lebar yang sama-sama kite kenal popularitasnya lewat OSCAR ACADEMY AWARD itu... Amerika memang bener-bener mendominasi seluruh penghargaan produk film layar lebar dan temanya sangat terfokus pada sekadar produk amerika dan karya berbahasa Inggris ajah... Untuk penilaian dan penghargaan film bukan berbahasa inggris diminoritaskan dalam kelas tersendiri... Gejala Superioritas US English Version ??? Kaga tau dah... Yang jelas dan sama-sama diketahui kalo film-film selain amerika seharusnya sudah sangat beruntung kalo sempet tersebut dalam nominasi atau pemenang oscar dalam kategori film-film berbahasa "asing"... Isu-isu seputar terkontaminasinya obyektifitas penilaian juri-juri OSCAR demi popularitas bisnis hiburan, memang belon pernah diklarifikasikan lebih lanjut... hanya saja gue jadi bertanya-tanya ... kenapa pernah ada berita santer tentang aktor/aktris kaliber dunia semacem Merryl Streep dan Daniel Day Lewis yang mengeluh "MUAK" dengan event OSCAR, juga sangat kecewa dengan moralitas bisnis dunia hiburan Hollywood, walaupun mereka termasuk penerima beberapa kali nominasi/pemenang OSCAR ??? Ada apa gerangan ? terpotong begitu saza :(


Orang Perancis punya cerita dan caranya sendiri dalam menghargai hasil karya Film yang benar-benar mendunia... CANNES FILM FESTIVAL. Dalam pemberitaan koran tempo edisi minggu. para kritisi Film mungkin agak nyinyir berpendapat, bahwa Citra Penghargaan Karya Film Dunia sebenarnya memang hanya ada di CANNES. Dan itu memang bukan sekedar pujian, karena kenyataannya selama penyelenggaraan Festival di perancis ini, Juri-juri setidaknya tidak pilih kasih atas kemampuan kreatifitas dan karya-karya film dari negara ketiga. Pada dekade sebelumnya Selain Eropa dan Amerika, maka film-film dari Taiwan, Iran, India dan Indonesia pun seringkali mendapatkan penghargaan yang bergengsi (cut nyak dien, daun diatas bantal, pasir berbisik).


Walaupun Begitu, Festival Cannes ke 56 untuk taon ini nuansanya memang agak berbeda... Sangat Terasa kurangnya participant film amerika ikut dalam event ini, walaopun dari hasil-hasil penilaian juri bener-bener tidak berkurang kualitas hasil dan kemeriahan pelaksanaannya... kenapa begitu? Latar belakang politik Perancis yang sangat ANTI PERANG INVASI AMERIKA ke IRAK kemarin ternyata cukup menimbulkan perang dingin antar warga/budaya kedua negara tsb. Boikot tidak resmi dari aktor/aktris/produser film Amerika pun jadi kenyataan, walaupun begitu ada beberapa produser film-film asal Amerika seperti Warner Brothers yang ngotot join disana demi pemutaran perdana film "MATRIX: RELOADED".


Yang terasa walau nggak vulgar adalah balasan Juri-juri CANNES terkait perang wacana politik pasca perang Irak, yaitu terpilihnya nominasi/pemenang festival film Cannes yang tema dan wacananya mengkritik pola EKOSOSPOL warga Amerika dan sisi GELAP kejayaan Amerika, dan lucunya film-film itu memang diproduksi di Amerika pulak hehhehe... Contohnya:


  • Palme d'Or (Palem Emas): Elephant, Gus Van Sant (sutradara), Amerika Serikat (Pemenang Cannes). Insiprasi filmnya dari kisah penembakan di SMU Colombine pada 1999, yang mana menurut sebagian orang, para siswa melakukan penembakan itu karena terinspirasi oleh The Matrix. Film ini memang tidak bercerita tentang penembakan yang diakhiri dengan bunuh diri pelakunya itu, tapi tentang saat-saat sebelum penembakan terjadi.
  • Dogville yang dibintangi Kidman, Lars Von Trier(sutradara), film DenMark (Nominasi cannes). Walau tidak dikategorikan sebagai film Amerika, tapi jalan ceritanya memang tentang kritik sosial buat kehidupan Amerika. Film ini bercerita tentang seorang perempuan yang mencari tempat perlindungan di sebuah kota kecil di Amerika. Keamanan itu harus dibayar mahal dengan menjadi "budak" para penduduk kota. Dimana kesimpulannya masyarakat Amerika tidak terlalu peduli pada orang-orang yang tak punya banyak uang, hal inilah yang harus dikritisi.
  • At Five in the Afternoon, Samira Makhmalbaf (sutradara), dari Iran. ang bercerita tentang drama dampak politik dan pengungsian akibat berlansungnya perang
  • dan banyak lagi lainnya

Yang jelas kelihatan betul, misi dan visi Festival Cannes (juga Berlin) berusaha seobyektif mungkin menyuarakan karya-karya film siapapun dan darimanapun yang paling ampuh dan mampu memrepresentasikan Budaya dan lukisan dunia nyata manusia terkini. Mungkin memang teramat jauh dari gemerlap film-film "mimpi" yang dijual Hollywood selama ini... Dengan begitu, walau mungkin jauh dari kata berimbang, seharusnya patut disyukuri bahwa warna demokrasi dunia masih terjaga dengan adanya keberanian menegaskan corak warna politik dan sosial yang tidak selalu pure-AMERIKA...