Deepdrown' daily Plurks

Wednesday, May 21, 2003

Barang Seludupan/Bajakan bikin rugi Negara dan marah?, atau salah satu alternatif bahan baku murah? , atau jadi jalan pintas ongkos bisnis jadi rendah?...


Kemungkinan besar buat para pemburu atao penggemar belanja barang-barang murah (ekektronik/tekstil) dibawah pasaran alias black-market harus bersabar untuk sementara waktu, yaaa biasanye sih sekitar 2-3 bulan lah. Iyaaaa soale akibat analisa kompreshensif Bu Menteri rini Suwandi ke Bu presiden Mega tentang turunnya investasi asing dan domestik indonesia akibat meluasnye daya serap barang-barang black market di Indonesia, Nah tercetus tercetuslah perintah lisan buat TEMBAK MATI DITEMPAT buat PARA PENYELUNDUP. ck ck ck ini dibelang serem sebetulnya enggak juga, tapi dibilang lucu yaaa terlalu jayuzzz... Masalahnya kalo sudah tesebar di media massa, biasanya gak aparat, gak oknum, apalagi mafia ybs. akan bikin aksi bulan-bulan tenang... Jadi prenz yang biase cari2 HP, atau barang2 elektronik jenis black market (pasar gelap) yaaa siap2 kuciwa deh. Tapi tenang dan sabar aje seperti biasanye aje, misalnya razia CD/VCD/BUKU bajakan dulu juga begitu... ketat dan ramai bulan-bulan pertama, nanti juga biasa-biasa lagi... tul gak prendz :)


Soal Selundup menyelundup barang ini, sebenernya memang gak selalu bisa disalahin kepada mafia penyelundupan doang. Analoginya kondisi kite itu, Bisa dibilang mafia penyelundup barang kan' emang niatnya sadar jadi tikus got yang sengaja cari-cari celah dirumah-rumah yang gampang buat nyolong makanan yg kaga terjaga dengan baek. Udah gitu tu masalahnye rumah punya Kucing 'penjaga', sayangnye ternyata model nya juga Kucing dapur doang. Yang ikut-ikut nyolong makanan kalo majikannye lengah... duh, tu kucing baru ribut, kalo saingan bentrok nyolong bareng si tikus got... Begitulah kire2 dilema negeri ini.


Soal salahnye tikus got mungkin semua bisa seragam jago maki2nya prendz. Tapi coba sekarang kite tengok kualifikasi persiapan pemerintah sendiri. Kalo mo gamblang dan makro, dampak selundup-menyelundup ini terkait dengan masalah kedaulatan negara kelautan RI sendiri. Kalo mo jujur sehhh, Kejayaan Penyelundupan dan Pembajakan barang/jasa di negeri ini akibat Rapuhnya Pertahanan kite sendiri, baik secara Strategis, Taktis, juga tingkat Operasionalnya


  • Kelemahan Strategis

    Buku Putih Pertahanan Indonesia tahun 2003, yg diterbitkan DepHan-RI dan telah disebarkan ke beberapa negara, menunjukkan kesempitan cakupan antisipasi kedaulatan RI. a.l. sbb.:

    1. Lebih terarah pada pertahanan sumber-daya doang, seharusnya mencakup kedaulatan nusantara seutuhnya baik militer, ekonomi, sosial politik, bahkan budaya dalam warna terkini.
    2. Kaga mengkaji dg tajam atau mendalam soal perkembangan dunia internasional terkini, yg megambarkan Dinamika dan pola hubungan antar negara, khususnya kekuatan adidaya dan kekuatan besar maupun kekuatan regional. Padahal dinamika dan pola hubungan harus segera dikaji supaya RI dapat menentukan potensi bahaya/ancaman mata rantai bahaya yg bisa terjadi baek saat ini juga masa depan.
    3. Lucunya kaga nyentuh ttg bagaimana pentingnya preventive diplomacy dan kerjasama keamanan regional/internasional, bilateral /multilateral yang harusnya jadi lini awal pertahanan Nusantara. Malah dg lugu mengesankan pelembagaan kerjasama berorientasi ke dalam, ujung2nya cuman terpusat ke peran (kebanggaan) TNI doang dalam menjaga perdamaian...
    4. Anggapan bahwa ancaman yang paling mungkin dari luar negeri terhadap Indonesia adalah cuma kejahatan yang terorganisasi, dilakukan oleh aktor-aktor non-negara, untuk memperoleh keuntungan dengan memanipulasi kondisi dalam negeri dan keterbatasan aparat pemerintah. Nah padahal banyak lagi sekali kenyataan terkini bahaya kedaulatan bangsa muncul dari teori konspirasi politik International...
    5. Jelas tergambar kelucuan, ternyata teteb ajah tulang punggung pertahanan negara tetap terletak pada aspek darat doang,padahal Indonesia adalah negara kepulauan. Seharusnya titik tumpu pada Angkatan Laut yang didukung oleh Angkatan Udara dalam kerangka pertahanan terluar (zona penyangga). Nah sejak tahun 1982, secara Internasional perairan Indonesia terbuka bagi lintas damai baik kapal sipil maupun kapal militer asing. Tapi kan' kagada jaminan kalo ”tamu” yang melintas selalu berniat 'sopan'. Mengantisipasi hal tersebut, Indonesia harus memiliki penggentaran di laut maupun di udara. Gak heran deh kalo kite lah lama banget jadi ladang empuk medan penyelundupan.
    6. Kagada perhatian khusuus atas pengembangan teknologi pertahanan, malah menurut kritisi strategis pertahanan yg terbaru ini lebih cenderung pedoman KANTIBMAS yang seharusnya tugas utamanya KEPOLISIAN, dan kaga berkembang jauh dari buku putij taon 1995 terdahulu :(


  • Kelemahan Taktis

    Gamblang aja, pedoman taktis jelas dibuat bdsk strategi yang telah disetujui pemerintah. Akibatnye yaaa secara manajemen langkah taktis terkait: Penyelenggaraan HUKUM, SISTEM, PENDANAAN terkait operasi pengawasan perdagangan, transportasi, ekspor-impor, pertahanan dan keamanan... tentu jadi kaga pas dengan ancaman/kondisi yg terjadi di lapangan dan variasinya secara nyata dan telak... Begitulah lalu terjadi TAMBAL SULAM yg COMPLICATED, akhirnya malah membuat celah makin lebar dan makin banyak lagi tikus GOT kian bebas menggerogoti kemakmuran dan kedaulatan ekosospol bangsa.


  • Kelemahan Operasional

    Demikianlah, ketidak layakan proses Law Enforcement, menyebabkan meningkatnya ketidak-pastian resiko bisnis, dan yang jelas proses Good Corporate Governance (Pengelolaan proses pemerintahan/pengelolaan institusi yg sehat) juga limbung. Contoh kasarnya yaaa rontoknya ketahanan moral aparat pemerintah dari ujung LANGIT sampe ujung GOT... karena sebage manusia, canggihnya hawa nafsu manipulasi tidak terbendung oleh hukum/prosedur/teknologi yang mapan. Dan seperti rahasia umum lainnya, Hukum malah jadi sebuah permainan DUIT yang menguntungkan *slooorph*
Sumber: Sinar Harapan, 22 April 2003


Jadi Kalo memang Pemerintah yakin bahwa pemasaran barang selundupan dan bajakan itu berbahaya bagi kesehatan ekonomi Negara, yaaa rasanya rakyat kite yg emang kebanyakan 'miskin' harta, dan lebih banyak lagi berpotensi 'miskin' moral ini... perlu diluruskan dengan tindakan-tindakan yang nyata, edukatif dan komprehensif, bukan OMDO lagi,lagi-lagi OMDO... Seruan tembak ditempat bagi penyelundup oleh Bu Presiden Megawati, perlu diartikan lebih dalam untuk lebih dulu SEGERA MENCANGGIHKAN PEMBERDAYAAN HUKUM (gak klaar2) dan SEGERA MEMBERSIHKAN APARAT PEMERINTAH dari yang paling atas dan yang paling kaya lahhh...


Lalu Pemberdayaan kemandirian ekonomi masyarakat yang lebih terukur… Karena pembajakan dan penyelundupan jelas makin kagak laku, jika biaya industri dan ekonomi dalam negeri mampu menghasilkan produk yang relatif murah dan bermutu makin baik. Naluri utama masyarakat hanyalah mencari kebutuhan yg paling memadai bagi kapasitas ekonominya, jika tidak tersedia alternatif yg positif dari pemerintah, maka barang selundupan atau bajakan pun bole lah, asal murah, dan bisa gaya, atau dapur pun bisa segera ngebul buat hidup sehari-hari… APA BOLEH BUAT?


Kencenderungan Budaya Patrimornial bangsa ini yg menuntut contoh dan suri tauladan yang "MULIA" dari "YANG DITUAKAN", sehingga akan menyebabkan kesadaran yg utuh dan perbaikan kualitas hidup secara berantai bagi seluruh anak bangsa yg rela dipimpin... Dan rasanya gak ada salahnya, jika Cak Nur yang tadinya ogah berpolitik praktis, kemudian menyadari fenomena ketauladanan KEPEMIMPINAN tsb untuk mencoba diterapkan jika beliau berhasil jadi presiden yg berikutnya... POLITIK itu KEJAM kata banyak ORANG, oleh karena itu perlu ORANG yang BENAR2 punya KEIKHLASAN NIAT BAIK untuk menjinakkannya...