Deepdrown' daily Plurks

Wednesday, May 07, 2003

Para REGULATOR kaga BECUZZZ, Kemakmuran Masyarakat yang harus NEBUZZZ :((


Seharusnya kite udah kaga 'aneh' lagi kali yee kalo denger istilah KOMUNIKASI... dengan demikian harusnya banyak juga yg 'ngeh' tentang KEUTAMAAN adanya proses komunikasi juga dampak turunannya dooong? Soale urusan cari MAKAN sejak purbakala perlu proses KOMUNIKASI juga, biar gak saling "MAKAN" temen misalnya.. atau ngajak sama-sama "MAKAN" enak. Nah era abad 21 seperti sekarang ini KOMUNIKASI bukan jadi sekadar trigger cari makan, melainkan pemenuhan informasi, pemeliharaan relasi, sampai ajang ekspresi emosional antara individu/ kelompok/ institusi malah... Nah kenapa jadi melebar begitu? Karena Indera "telanjang" manusia tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan hidup saat ini yg makin perlu kecepatan, kerincian, dan kapasitas pengetahuan yang makin besaaaarrr sekaligus, demi mepertahankan nilai kemakmuran komunitas yang berlaku saat ini dan masa depan. Maka dikembangkanlah TEKNOLOGI KOMUNIKASI yang terus berevolusi agar mempermudah dan mempermurah biaya hidup manusia :)


Ironinya ( at least dari pemahaman pribadi ) di Negara ini perkara kemudahan dan kemurahan jasa komunikasi selalu jadi kekisruhan yg terpendam tanpa solusi. GARIS BESAR MASALAHNYA ? Orientasi regulator masih MENTOG pada SETORAN KAS NEGARA, buat apa ? BUAT BAYAR CICILAN UTANG LUAR NEGERI tentunya ( Warisan kemiskinan Abadi ). Konflik laen yg terus menekan adalah Kebutuhan Masyarakat yang amat sangat atas MERATANYA ketersediaan alat bantu kemakmuran nyang namanya INFRASTRUKTUR KOMUNIKASI itu tadi... Ironisnya lagi tekanan rakyat itu tadi kayanya jadi bumerang balik, yang mana oleh REGULATOR muncul lagi biaya "PENYESUAIAN" pulsa pemakaian Telepon Tetap & Bergerak ( wireless fix, selular ), biar sang REGULATOR bisa menyediakan infrastruktur baru... *plok...plok...plok*


Pembahasan bdsk.mikro & makro ekonomi tentang kebijakan kontroversial regulator komunikasi kita kayanya udah lama bergema... dan gwe kayanya gak mao kutak katik itu. Yang lebih menarik gue sebenernya adalah, adanya hambatan-hambatan "aneh" terhadap berkembangnya wacana-wacana ilmiah sb terobosan-terobosan alternatif teknologi KOMUNIKASI yang murah meriah muncrat bagi masyarakat banyak. Hambatan itu ekspresinya macem2, ada yg tiba2 timbul regulasi baru yg halus, keras/galak, bahkan cueks dari sisi REGULATOR... Akibatnya ? Masyarakat dibuat tidak punya pilihan kecuali kepentingan REGULATOR, dan terpaksa kite mengasumsikan diri sbg masyarakat yg "NERIMO". Yah supaya mengurangi kadar SAUDZON, baeknya gue beri contoh GARIS-BESAR beberapa kondisi...


  1. Prendz pernah denger kan, kabar gembar gembor akhir taon lalu, tentang suksesnya pilot proyek TEKNOLOGI INTERNET VIA KABEL LISTRIK ? Proyek itu berhasil dikembangkan oleh Tim ICON+ sebage anak perusahaan PLN. Para analis juga telahmenerima cetak biru desain teknis jaringan komunikasi via instalasi listrik PLN yg udah ada... sangat applicabel gitu kesannya. COBA bayangkan kemudahan apa yg bisa kite terima sbg konsumen? KECEPATAN DATA TINGGI, ADMINISTRASI LANGGANAN INTERNET MURAH, BIAYA AKSES MURAH, KAGA PAKE PULSA TELKOM, DESA2 BISA AKSES INTERNET... INDAHNYA :) Abis gitu ditunggu2 susaui janji hingga Januari 2003, yg muncul malah beberapa artikel tentang kekisruhan administratif regulator (PLN, TELKOM, INDOSAT), Ujung2nya terkait masalah kuno: regulator yg satu TAKUT kaga ngeboel gara-gara kemajuan REGULATOR yg laen, PARANOID! Akhirnya harapan-harapan yg membumbung itu cuman jadi KABUT ASAP di pagi hari. DAN sekali lagi KEMAKMURAN masyarakat harus DIKALAHKAN oleh faktor KETIDAK-BECUSAN bisnis para REGULATOR *sedihnya*


  2. Sejak 2-3 bulan lalu makin populer teknologi Unlicenced WIRELESS NETWORK freq.2,4GHz yang dikelola oleh lembaga independen INDOWLI. Teknologi ini menyediakan media alternatif yg cepat tersedia bagi institusi/bisnis/edukasi menengah kebawah untuk memeproleh akses INTERNET. Biaya Langganan ke ISP fix berapapun lamanya anda akses Internet, Media kaga pake bayar telkom, Investasi alat tersedia dari sangat murah sampe mahal. Tapi samapai saat ini pihak REGULATOR sedang perang hangat dengan para pemakai WIRELESS LAN (kalangan Warnet, Komunitas, UKM), karena tiba-tiba menerapkan SWEEPING dan pembredelan instalasi masyarakat tanpa sosialisasi regulasi baru yang meluas & mendalam.. buntut2nya adanya regulasi baru ttg BIAYA pendaftaran pemakai & standar peralatan yg BOLEH digunakan. Semua ini diprotes keras dan alot oleh komunitas INDOWLI, karena terkesan aksi SEPIHAK sang REGULATOR yg bernuansa khas KKN(lagi2)... Dan akhirnya mayoritas pemakai INDOWLI (individu atau komunitaskecil) terpaksa bergerilya mengoperasikan jaringan wireless nya agar tidak terlibas pembredelan regulator.


  3. Baru-baru ini TELKOM memasarkan salah satu fasilitas baru yaitu: FIX WIRELESS PHONE = TELKOMFLEXI. BDsk spesifikasi resmi pemasaran telkom, telepon ini hampir sama dengan instalasi RATELINDO, hanya jangkauan jadi lebih luas, investasi alat lebih murah pdhal scope teknologi CDMA udah lebih canggih, akibatnya pulsa menjadi jauh lebih murah.. Maka berbondong-bondonglah para konsumen yg selama ini sulit mendapatkan jaringan telepon tambahan tertarik mendaftar dan membayar. Belakangan ada indikasi pelayanan TELKOMFLEXI jadi buyar dan mampet. APA SEBAB? Karena DEPPARPOSTEL tiba-tiba ngomelin TELKOM karena pemasaran TELKOMFLEXI ini melanggar kespakatan pengadaan investasi peralatan berteknologi CDMA. Awalnya telkom cuman bilang bahwa, demi mempercepat perluasan/memperbanyak gardu telepon ke daerah2 atau desat yg sulit instalasi kabel darat, maka dipercepat dengan transmisi komunikasi tanpa kabel dengan protokol CDMA itu, JADI BUKAN untuk dipasarkan sbg fasilitas lansung ke KONSUMEN (end-user)... Belakangan para OPERATOR TELEPON SELULER yg menggunakan protokol GSM saat ini (TELKOMSEL, SATELINDO, PROXL, IM3) protes juga... Karena jika TELKOMFLEXI ini jadi operasional dg biaya pulsa jauh lebih murah, maka berpotensi jadi pesaing yg bikin bangkrut!!! Kok bisa begitu? ternyata instalasi TELKOMFLEXI dg teknologi CDMA yg ceritanya bukan untuk telepon bergerak, MASIH bisa diakses denagn ALAT HANDPHONE CDMA yg dijual dipasaran, dampaknya TETEB aja jadi komunikasi BERGERAK alias SELULAR... hahahah RIBUT PASAL PARANOID lagi deh. Juntrungannya MASIH teteb setali tiga uang, KEMAKMURAN masyarakat harus DIKALAHKAN lagi oleh faktor KETIDAK-BECUSAN berbisnis para REGULATORnya *kesyaaaan deh kiteee* ;p~

Mungkin karena gue ini termasuk masyarakat menengah yg AWAM pulak, yg keliatan jadi inti masalahnya ini cenderung ke MENTAL dan MOTIVASI ASLI para REGULATOR ini aja jek. Konflik diantara pengelolaan bisnis MEREKA sendiri SUDAH terlalu banyak berpotensi bikin INTELEKTUALITAS masyarakat apalagi generasi mudanya jadi MUNDUR beberapa langkah, tertinggal jao dari Malaysia/singapur/Tailand.. apalagi Australia. Kalo semangat dan fokus intinya adalah bener-bener Kemakmuran Rakyat, gue yakin banget akan selalu ada jalan tengah sebage solusi yang anti PARANOID...