Deepdrown' daily Plurks

Thursday, May 01, 2003

Bisnis DAGANG nggak sekadar jual "BARANG", Belajar dari NOKIA pahami PELANGGAN...

Setelah iseng-iseng 'belajar' bedagang makanan kecil-kecilan selama hampir 4 bulan ini... rupanya gwe dapet banyak sekali "pelajaran" berharga. Yah Mulanya, sebage seseorang yg cenderung dilatar-belakangi pendidikan eksakta dan berorientasi teknis, gue lebih sering mengartikan usaha bisnis "JUAL PRODUK/BARANG/JASA" adalah yang penting Buat sendiri produk sebaek-baeknya, kemudian jembrengin di "pasar", ditambah koar-koar ngegombal sebisanya sebelon pasrah menunggu ada yg berminat beli atao enggak...

Beberapa waktu lalu jika gwe jalanin bisnis seperti ini, maka yang muncul di benak ini adalah, begitu banyak proses penantian "misterius" yg mana kadar "pasrah/ nyerah" nya kebanyakan. Artinya terlalu banyak berserah diri thd misteriusnya mekanisme "pasar" tanpa adanya tindakan-tindakan preventif yg mampu dibuat... apalagi tindakan alternatif mengatasi kerugian hehehe... Oleh karena itu gwe mule *tuink* bahwa untuk meminimalisasi kerugian dan meningkatkan image suatu barang/ produk/ jasa yg ditawarkan, ternyata tidak sekedar mengutak-katik detil produk nya atau cuman sibuk mikirin cari pasar yang "rame" doang pren, TAPI yang lebih penting adalah BAGAIMANA cara terbaik menganalisa SIFAT & TUNTUTAN KONSUMEN...

Analisa SIFAT & TUNTUTAN KONSUMEN tsb prakteknya memang efektif jika dilaksanakan secara paralel, yaitu metode penawaran/penjualan produk yg agresif BERSAMAAN dengan PELAYANAN KONSUMEN yang intensif. Karena akan menjadi proses pembelajaran yg efektif untk dicatat dalam "KNOWLEDGE BASE" kite sendiri (rangkaian pencatatan pengalaman, feedback, respons yg dikelola sedemikian rupa hingga memberikan pemahaman baru). Sehingga dampratan, hinaan, makian, pujian, dan inputan konsumen thd produk yg dijual dan dicatat secara detil malah MENJADI "FUTURE-ASET" yang sangat berharga... Kenapa begitu ? karena semua reaksi itu telah menjadi parameter2 yg akurat dalam menentukan model Produk terbaru , modifikasi operasional internal (mata-rantai produksi) juga eksternal (penjualan,pelayanan) yang BERORIENTASI KONSUMEN/PASAR... Sehingga POSITIONING produk (kedudukan/nilai kesan yang kuat/unik bagi konsumen) makin KUAT...

Apakah segampang itu??? Justru karena SULIT, analisa bisnis yang menarik ini harus BERANI DIPELAJARI sesegera mungkin, dan dimulai dengan cara yg paling sederhana tentunya :) Bdsk pengalaman gue, yang terpenting adalah berusaha SABAR memahami PSIKOLOGI KONSUMEN. Misalnya: yg terkait masalah selera, mood, kebiasaan, ketidak-sukaan, jadwal-kesibukan, bahkan kepribadian hehehe... Dari lika-liku interaksi dan insting yg "dipertajam" maka akan tergambar peta/kelas LIFESTYLE (gaya hidup) konsumen, ini sangat berguna dalam menentukan skala prioritas pelayanan, metode penawaran, dan jenis PRODUK gwe yg paling sesuai buat mereka jek... Dan akhirnya Jangan lupakan TEKNOLOGI prendz... dengannya dapat dilakukan optimalisasi mutu pelayanan juga operasional, misalnya : alert jualan/konfirmasi/feedback via teknologi messaging seperti EMAIL/SMS/WEBSITE, selain teknologi konvensional spt. telepon/fax, Juga proses koordinasi internal yg cepayt melalui SMS juga Laporan pesanan/hasil penjualan menggunakan Excel/Access/Aplikasi WEB-based (e-commerce).

Ada pelajaran yang unik diperoleh dari cara sukses NOKIA menguasai pasar seluler dunia. Mereka menganggap bahwa kelas konsumen,maupun produk yang dibuat TIDAK BISA lagi diartikan sekedar: Kelas Bawah, Menengah & Atas.. tuh ? Lalu NOKIA ini membaca konsumen bdsk konsep perpaduan Lifestyle vs Psikologi. Hasilnya menjadi 2 FAKTOR/ DIMENSI, yaitu: FAKTOR LIFESTYLE yang mempengaruhi sisi emosional konsumen (premium, fashion, classic, active, expression, basic), DAN FAKTOR FUNCTIONALITY dimana mempengaruhi sisi pertimbangan rasional si konsumen (phone, music, games, imaging, media, business). Nah jika 2 FAKTOR/DIMENSI ini dikawinkan akan muncullah 36 kategori produk HaPe yg kommit akan dilempar NOKIA ke pasar. Jadi mule kebayang nggak kenapa NOKIA begitu SUKSES positioning pasarnya??? Jelas karena konsumen selular punya kepribadian/ selera yg rumit, maka NOKIA berusaha mencapture kecenderungan tersebut, sehingga pemakai HP NOKIA cenderung merasa bahwa NOKIA telah mampu menyediakan hampir segalanya yg mereka inginkan, dan makin mempersulit psikologi konsumen untuk pindah ke laen HATI eh Merek :) ... Pesaing NOKIA pun akhirnya jadi cukup "NGOS2-an" jek!

Yap begitulah garis besar seni dagang yang baru bisa gwe serap hikmahnye sampe saat ini jeks... Yang jelas tim gwe akan terus belajar dan berani konsisten jualan jajanan seperti ini terussss